Headline.co.id, Pekanbaru ~ Latihan ground handling pesawat tempur Hawk 109/209 dan F-16 yang melibatkan personel gabungan dari lima pangkalan udara resmi ditutup di Lanud Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh personel dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Lanud Sultan Sjahrir, Lanud Raden Sadjad, Lanud Raja Haji Fisabilillah, serta Lanud Roesmin Nurjadin sebagai tuan rumah. Seluruh peserta berada di bawah naungan Komando Operasi Udara I.
Latihan ground handling ini berfokus pada penanganan pesawat di darat sebelum dan sesudah penerbangan, khususnya pesawat tempur. Tujuan dari latihan ini adalah untuk memastikan seluruh proses berjalan aman, cepat, dan sesuai dengan prosedur operasional. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak Senin (27/4/2026) ini diikuti oleh sekitar 20 personel gabungan lintas satuan. Para peserta dituntut memiliki dedikasi tinggi serta disiplin dalam menjalankan tugas, mengingat peran mereka sangat penting dalam mendukung keberhasilan operasi penerbangan.
Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andri Setyawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan instruktur. “Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh instruktur dan peserta yang telah menunjukkan dedikasi dan disiplin sehingga latihan ini berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kemampuan ground handling yang profesional merupakan faktor kunci dalam menjamin keselamatan serta kelancaran operasi penerbangan militer. “Setiap materi yang telah diterima harus benar-benar dipahami dan mampu diaplikasikan secara optimal di satuan masing-masing,” tegasnya.
Selain itu, para personel juga diingatkan untuk terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan teknologi dan dinamika tugas ke depan. Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta, sesi foto bersama, serta ramah tamah dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan ini turut dihadiri para kepala dinas, komandan satuan, serta instruktur dari berbagai Lanud. Kehadiran lintas satuan tersebut mencerminkan soliditas dan komitmen TNI Angkatan Udara dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendukung operasional penerbangan.




















