by

IPKINDO DIY Tanam 2200 Bibit Pohon di Kawasan Wisata Bukit Mungker Bantul

Headline.co.id (Yogyakarta). Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) Daerah Istimewa Yogyakarta membuat kegiatan penanaman pohon di Kawasan Wisata Bukit Mungker, Dlingo, Bantul, Rabu (20/12/2018).

cara yang digelar ini mengusung tema ‘Menanam Pohon untuk Kehidupan yang Lebih Baik’, total sebanyak 2200 bibit dari berbagai jenis pohon ditanam.

Surosp selaku Ketua DPW IPKINDO DIY, menyampaikan tujuan diselenggarakannya program tersebut ialah sebagai langkah untuk membudayakan gerakan menanam pohon demi kelestarian lingkungan.

Gerakan tanam pohon juga ditujukan sebagai sarana pelestarian sumber mata air ketika musim kemarau tiba, imbuhnya.

“Gerakan penananam pohon ini kami menggandeng beberapa pihak diantaranya Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY terkait pengadaan bibit. Total ada 2200 batang bibit pohon yang ditanam, diantaranya mahoni, munggur, sengon, sirsat dan nangka,” ujar Suroso.

Ia menjelaskan bahwa di Kawasan Wisata Bukit Mungker kendala utama penanaman pohon ialah gersangnya tanah sewaktu musim kemarau tiba.

IPKINDO DIY turut serta menanam beberapa jenis pohon yang dapat melestarikam sumber mata air diantaranya pule, beringin, dan tanaman nyamplung.

“Kawasan Gunung Mungker ini terkendala air ketika musim kemarau tiba sehingga kami juga berupaya melestarikan sumber mata air lewat tanaman,” kata Suroso.

Dijelaskan Suroso, penanaman ribuan bibit pohon juga diharapkan dapat menunjang pengembangan objek wisata yang kini tengah fokus digalakkan di kawasan tersebut.

“Kami berencana menambah pohon duwet yang ternyata sudah ada di sana dan berpotensi termasuk tanaman Pule dan Durian,” sambungnya.

Penanaman pohon tersebut dirasa merupakan investasi kedepan bagi masyarakat di mana 2-3 tahun kedepan akan tumbuh sempurna dan dapat dinikmati.

“Masyarakat setempat juga akan menganggarkan lewat APBDes untuk pot besar bagi tanaman agar indah dan tertata. Kemudian ada juga kelompok tani hutan dan penyuluh di sana untuk memastikan tanaman tersebut tumbuh jadi masyarakat yang akan berperan merawat,” tambahnya.

Sementara Dr Bambang Supriyanto, Pembina IPKINDO Pusat menilai langkah di DIY merupakan bentuk perhatian serius bagi sisi pelestarian alam sekaligus dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Ketika masyarakat fokus pada sisi wisata, mendapatkan manfaat ekonomi dari situ harapannya secara tak langsung pohon-pohon kita terjaga termasuk air tanah. Hal inilah yang kami harapkan bisa tumbuh khususnya saat ini di DIY,” terangnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed