Headline.co.id, Jakarta ~ Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, mendapatkan pengamanan ketat dari aparat gabungan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penyampaian aspirasi buruh dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa ribuan personel telah diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi.
Sebanyak 6.678 personel gabungan disiagakan di sekitar Gedung DPR/MPR. Jumlah tersebut terdiri dari 4.633 anggota kepolisian, 1.050 prajurit TNI, serta dukungan dari unsur pemerintah daerah, pengamanan dalam (PAMDAL), dan elemen keamanan lainnya. “Pengamanan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib,” ujar Budi Hermanto.
Aparat juga mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan, dengan tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Hal ini sejalan dengan ketentuan perundang-undangan yang menjamin kebebasan berekspresi secara damai. Di sisi lain, jumlah massa aksi diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang. Mereka akan menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR dan dijadwalkan akan diterima oleh perwakilan DPR RI.
Dengan jumlah massa yang cukup besar, kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan Senayan, khususnya di sekitar kompleks parlemen. “Bagi masyarakat yang tidak berkepentingan, diimbau untuk menghindari kawasan DPR/MPR dan sekitarnya,” tambahnya. Imbauan ini penting untuk menjaga kelancaran aktivitas warga lainnya serta mengurangi risiko kemacetan yang biasanya meningkat saat aksi massa berlangsung.
Selain pengalihan arus lalu lintas, petugas juga akan ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengatur mobilitas kendaraan dan memastikan akses darurat tetap terbuka. Pemerintah daerah turut mendukung pengamanan dengan menyiapkan personel tambahan serta berkoordinasi dalam pengelolaan lalu lintas dan ketertiban umum.
Momentum May Day sendiri menjadi ruang bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah dan aparat berupaya menjaga keseimbangan kebebasan berekspresi dan ketertiban publik. Seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif. Massa aksi diimbau untuk menyampaikan aspirasi secara damai, sementara masyarakat umum diharapkan menyesuaikan aktivitasnya.
Dengan pengamanan berlapis dan koordinasi lintas instansi, rangkaian aksi May Day 2026 diharapkan dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu stabilitas dan aktivitas masyarakat luas.





















