Headline.co.id, Gorontalo ~ Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Gorontalo telah memulai sosialisasi terkait perubahan sistem Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Empat Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pada Rabu, 22 April 2026. Perubahan ini melibatkan peralihan dari sistem dua fase menjadi tiga fase, dengan tujuan mengurangi angka kecelakaan dan mengatasi kemacetan lalu lintas. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone, menyatakan bahwa penyesuaian ini memerlukan perhatian khusus karena melibatkan perubahan perilaku berkendara masyarakat yang sudah terbiasa dengan sistem lama.
Sagita Wartabone menjelaskan, “Penyesuaian ini tidak hanya soal teknis, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa beradaptasi dengan sistem baru.” Untuk mendukung sosialisasi, petugas di lapangan tidak hanya melakukan penjagaan, tetapi juga membagikan brosur edukatif kepada para pengguna jalan. Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan, Mohamad Yamin Abdurasjid, yang memimpin sosialisasi ini, menekankan bahwa langkah ini diambil karena kondisi lalu lintas di simpang tersebut telah mencapai titik jenuh.
Yamin menambahkan, “Tingginya frekuensi konflik kendaraan yang ingin berbelok kanan dengan arus lurus dari arah berlawanan sangat membahayakan keselamatan.” Sistem tiga fase ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas tanpa terhambat oleh kendaraan yang menunggu untuk berbelok. Masa sosialisasi ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari ke depan.
Setelah masa sosialisasi selesai, Dishub Provinsi Gorontalo akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengukur efektivitas kinerja simpang tersebut. Evaluasi ini akan menjadi dasar bagi penentuan kebijakan lalu lintas berkelanjutan di kawasan tersebut. (mcgorontaloprov/Rini)




















