Headline.co.id, Blora ~ Tiga bersaudara pendiri Sungai Watch asal Prancis, Gary, Sam, dan Kelly Bencheghib, melakukan kunjungan ke Blora, Jawa Tengah, dalam rangka kampanye kebersihan sungai. Kunjungan ini merupakan bagian dari aksi Run River, sebuah misi lari jarak jauh yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai di Indonesia. Blora menjadi salah satu titik singgah setelah sebelumnya aksi serupa dilakukan di Kecamatan Cepu.
Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan oleh Sungai Watch. “Kedatangan mereka memberikan wawasan bagi kita semua tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama sungai,” ujarnya saat menyambut tim Sungai Watch di rumah dinas Bupati Blora, Jumat (24/4/2026). Ia berharap aksi ini dapat memotivasi masyarakat lokal untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Gary, Sam, dan Kelly Bencheghib, yang telah lama menetap di Bali, menekankan pentingnya menjaga Sungai Bengawan Solo, yang merupakan sumber kehidupan masyarakat. Mereka telah menempuh perjalanan dari Jimbaran, Bali, dan Blora menjadi kabupaten pertama di Jawa Tengah yang mereka singgahi. “Kita harus menjaga lingkungan kita, termasuk sungai, dari anak-anak hingga orang tua,” kata Komang.
Pemerintah Kabupaten Blora menyatakan terima kasih dan berharap aksi ini dapat ditindaklanjuti dengan program-program lain yang mendukung kebersihan lingkungan. Acara penyambutan ini juga dihadiri oleh Forkopimda Blora, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, dan Forum Kabupaten/Kota Sehat Blora, yang berkomitmen untuk menyinergikan program kesehatan lingkungan dengan aksi sosial serupa.
Sam Bencheghib, yang akrab disapa Samsudin, menyatakan bahwa ini adalah hari ke-27 perjalanan mereka. “Indonesia sudah menjadi rumah kami. Menjaga sungai-sungainya adalah tanggung jawab kami juga, bukan cuma pemerintah,” ujarnya. Mereka berlari sejauh 25-30 kilometer setiap hari, bukan hanya untuk fisik, tetapi juga untuk menyampaikan pesan pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Di Cepu, aksi mereka melibatkan masyarakat dalam kegiatan memunguti sampah di Sungai Megal dan menanam bibit pohon di Embung Lebok. Sebanyak 100 bibit pohon disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup bersama PUPR, terdiri dari ketapang kencana, mangga Thailand, alpukat aligator, matoa, dan nangka. Kepala DLH Blora, Istadi Rusmanto, merasa tergerak oleh dedikasi ketiga aktivis tersebut dan memberikan dukungan penuh, termasuk pengawalan dan koordinasi rute selanjutnya menuju Randublatung dan Grobogan.
Aksi Run River ini mengingatkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil. Gary, Sam, dan Kelly tidak hanya membawa pesan kebersihan, tetapi juga cinta untuk aliran air yang lebih jernih bagi generasi mendatang. (MC Blora/Teguh/Eyv).





















