Headline.co.id, Jambi ~ Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-148, Kota Jambi mengadakan Lomba Masak Kotak Misteri dengan tema “Inovasi Rasa Perempuan Berdaya, Keluarga Bahagia”. Acara ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong kreativitas, kemandirian, dan kesetaraan perempuan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Jambi di Lapangan Tenis Dinas Pendidikan dan melibatkan berbagai organisasi perempuan serta perangkat daerah.
Acara ini diikuti oleh 12 kelompok yang terdiri dari Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta camat, lurah, dan kepala organisasi perangkat daerah perempuan. Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang hadir sebagai dewan juri, menyatakan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momen reflektif dan inspiratif. “Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan peran perempuan hebat di Kota Jambi. Lebih dari itu, ini adalah bentuk refleksi terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mewujudkan kesetaraan,” ujarnya.
Dalam lomba ini, peserta ditantang untuk mengolah bahan masakan yang telah disiapkan tanpa mengetahui sebelumnya, melalui konsep blind box. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan kemampuan adaptasi, yang dinilai relevan dengan peran perempuan di era modern. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan kolaborasi antarorganisasi perempuan di Kota Jambi, serta memperluas peran perempuan dalam sektor ekonomi kreatif berbasis kuliner.
Ketua pelaksana, Noverintiwi Dewanti, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif bersama untuk memaknai Hari Kartini secara lebih substantif. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat kekompakan dan kontribusi perempuan dalam membangun Kota Jambi Bahagia,” ujarnya. Pemerintah Kota Jambi menilai bahwa penguatan peran perempuan tidak hanya berhenti pada simbol peringatan, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai ruang aktualisasi, baik di sektor keluarga, sosial, maupun ekonomi.
Diza menekankan pentingnya konsistensi perempuan dalam berkarya dan menghadapi tantangan ke depan. “Perempuan harus terus bergerak bersama agar kesetaraan benar-benar terwujud, tidak hanya sebagai wacana, tetapi menjadi realitas dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Melalui kegiatan ini, semangat perjuangan Kartini diharapkan terus hidup dalam bentuk nyata—yakni perempuan yang berdaya, kreatif, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.






















