Headline.co.id, Lumajang ~ Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan Susu Kambing Senduro sebagai produk unggulan daerah dengan status Indikasi Geografis (IG). Penetapan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus bergantung pada industri besar, tetapi dapat berkembang dari kekuatan masyarakat desa, khususnya para peternak. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyatakan bahwa keberhasilan ini membuktikan kekuatan ekonomi yang dibangun dari masyarakat. “Ini membuktikan bahwa kekuatan ekonomi kita ada di masyarakat. Dari desa, dari peternak, lahir produk yang memiliki nilai dan diakui,” ujar Indah di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (18/4/2026).
Susu Kambing Senduro, yang berasal dari wilayah Senduro dan Pasrujambe, kini menjadi simbol ekonomi berbasis komunitas yang semakin berkembang di Lumajang. Dengan status IG, produk ini memiliki identitas yang jelas serta perlindungan hukum atas keaslian dan kualitasnya, yang meningkatkan nilai jual dan daya saing di pasar yang lebih luas. Pemkab Lumajang menilai bahwa penguatan ekonomi berbasis komunitas adalah strategi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Pendekatan ini memungkinkan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat, karena pertumbuhan dimulai dari tingkat desa.
Berbeda dengan model ekonomi berbasis industri besar, strategi ini mengoptimalkan potensi lokal yang telah ada dan dikembangkan secara berkelanjutan. Susu Kambing Senduro sendiri memiliki keunggulan alami, seperti kandungan gizi tinggi dan karakteristik produk yang khas, sehingga menjadi daya tarik tersendiri di pasar. Pengakuan IG juga membuka peluang bagi pengembangan ekosistem ekonomi yang lebih luas, mulai dari peternak, pelaku usaha pengolahan, hingga sektor distribusi dan pemasaran.
Pemerintah daerah mendorong agar pengembangan produk ini terus ditingkatkan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun akses pasar, sehingga manfaat ekonominya berkelanjutan. Selain itu, model ini menunjukkan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Dengan pengelolaan potensi lokal yang baik, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi daerah. Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekonomi berbasis komunitas sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui penguatan Indikasi Geografis, Lumajang tidak hanya melindungi produk lokal, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. “Dari bawah, ekonomi tumbuh dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.






















