Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Batang Melalui Badan Perencanaan Pembangunan ~ Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) secara resmi memulai penyusunan Masterplan Integrated Area Development (IAD) Perhutanan Sosial. Acara Kick Off ini berlangsung di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun dokumen strategis yang akan menjadi panduan dalam pengembangan kawasan perhutanan sosial secara terpadu, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.
Acara ini mempertemukan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), pemerintah desa, serta pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah untuk menyamakan visi dalam pembangunan kawasan perhutanan sosial. Direktur SUPD I, Ir. Edison Siagian, menjelaskan bahwa pendekatan IAD mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan dalam satu kawasan, sehingga diharapkan dapat mengoptimalkan potensi wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
“Masterplan ini harus menjadi dokumen hidup yang lahir dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, proses penyusunannya harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar setiap program yang dirancang benar-benar menjawab potensi sekaligus tantangan di tingkat tapak,” ungkap Edison Siagian.
Direktur PUPUK Surabaya, Herri P, menegaskan bahwa penyusunan Masterplan IAD adalah bagian dari komitmen bersama untuk membangun tata kelola perhutanan sosial yang lebih terarah dan berkelanjutan. “PUPUK meyakini bahwa pembangunan kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial. Melalui pendekatan Integrated Area Development, seluruh potensi desa, kelompok perhutanan sosial, pemerintah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta dipertemukan dalam satu arah pembangunan yang sama. Masterplan ini diharapkan menjadi peta jalan yang mampu memperkuat kelembagaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Kabupaten Batang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan agroforestri, hasil hutan bukan kayu (HHBK), serta berbagai usaha berbasis masyarakat yang perlu diperkuat melalui perencanaan kawasan yang terintegrasi. Diskusi aktif terjadi di peserta mengenai potensi komoditas unggulan, penguatan kelembagaan KTH dan KUPS, pengembangan usaha masyarakat, akses pasar, serta pentingnya sinergi antarprogram lintas sektor.
Aida, perwakilan dari KUPS Ganesa Mulia 3, menyampaikan apresiasinya atas pelibatan kelompok masyarakat dalam proses penyusunan masterplan. “Kami merasa senang karena kelompok perempuan diberi ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan potensi yang kami miliki. Harapan kami, masterplan ini tidak hanya menjadi dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program-program yang mendukung pengembangan usaha KUPS, peningkatan kapasitas anggota, serta membuka akses pasar bagi produk-produk kami,” ujarnya.
Melalui kegiatan Kick Off ini, seluruh peserta berkomitmen mendukung penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Kabupaten Batang sebagai pedoman pembangunan kawasan yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dokumen ini diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan perhutanan sosial yang lebih inklusif, memperkuat kelembagaan masyarakat, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperluas kolaborasi multipihak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. “Penyusunan Masterplan IAD Perhutanan Sosial Kabupaten Batang merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan kawasan berbasis masyarakat yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga manfaat perhutanan sosial dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya hutan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)















