Headline.co.id, Sambas ~ Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menekankan pentingnya sinkronisasi pembangunan daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bupati Sambas, Satono, menyatakan bahwa pembangunan di daerah harus sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan program strategis nasional agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.
Indikator pembangunan daerah menunjukkan tren positif, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sambas mencapai 72,88. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, dan angka kemiskinan menurun dari 6,53 persen menjadi 6,37 persen. Namun, pemerintah daerah masih memerlukan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, terutama dalam pembangunan infrastruktur strategis. Beberapa prioritas termasuk pelebaran Jalan Ahmad Marzuki, Jalan Sultan Muhammad Syafiuddin, serta percepatan duplikasi Jembatan Batu yang dinilai sudah tidak memadai.
Selain itu, pelebaran ruas jalan Hitam–Merbau juga menjadi perhatian karena penting dalam mendukung program strategis nasional di wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga menyambut baik rencana pembangunan kawasan waterfront Sambas yang dinilai memiliki nilai historis dan budaya serta berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. “Terima kasih, tahun ini waterfront Sambas akan dibangun. Semoga tidak ada penundaan, mengingat kawasan ini merupakan situs budaya yang penting bagi masyarakat,” ujar Satono saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tingkat Kabupaten Sambas di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Jumat (17/4/2026).
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menilai capaian pembangunan Kabupaten Sambas menunjukkan arah kebijakan yang tepat. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Horisson, menyebut pertumbuhan ekonomi daerah sebagai capaian yang membanggakan. “Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas sangat membanggakan. Apa yang dilaksanakan Bupati sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan ke depan harus lebih difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pada sektor utama seperti pertanian dan perikanan yang menjadi penggerak ekonomi daerah. Di tengah kebijakan efisiensi, pendekatan pembangunan yang partisipatif dinilai menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sambas.























