Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan inovasi terbaru berupa kendaraan listrik bernama eKarsa yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mobilitas di lingkungan rumah sakit. Kendaraan ini dikembangkan oleh Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik UGM untuk digunakan di Rumah Sakit Akademik UGM. eKarsa, yang merupakan singkatan dari kendaraan elektrik RSA, menonjolkan efisiensi, ergonomi, dan keberlanjutan.
Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, Ph.D., menjelaskan bahwa eKarsa adalah bagian dari pengembangan kendaraan listrik yang telah dilakukan sejak 2012. Sebelumnya, UGM telah mengembangkan kendaraan listrik untuk berbagai kebutuhan, termasuk pariwisata dan industri. Salah satu produk sebelumnya adalah Mobil Semar dan GATe (Gadjah Mada Airport Transporter) yang dirancang untuk layanan di bandara dan pariwisata.
eKarsa memiliki keunggulan dalam penggunaan battery pack lithium ferro phosphate dan sistem pengendali motor yang dikembangkan secara mandiri oleh tim UGM. Meskipun masih ada komponen impor, Prof. Selo optimis bahwa seluruh komponen dapat diproduksi secara lokal di masa depan jika pasar mendukung.
Kepala DTETI FT UGM, Prof. Ir. Hanung Adi Nugroho, Ph.D., menyatakan bahwa pengembangan eKarsa didorong oleh kebutuhan nyata di lapangan, terutama untuk mobilitas dari area parkir ke gedung utama rumah sakit. Pengembangan ini dilakukan dalam waktu tiga bulan, dari Januari hingga Maret, dengan kolaborasi bersama PT Inastek, perusahaan rintisan yang didirikan oleh alumni Fakultas Teknik.
Secara teknis, eKarsa dirancang untuk mengangkut hingga delapan penumpang, dengan waktu pengisian daya sekitar tiga jam. Kendaraan ini juga dirancang tanpa sudut tajam untuk keamanan pengguna dan menggunakan komponen standar seperti roda umum untuk memudahkan perawatan. Hanung menekankan bahwa kendaraan ini dirancang agar ramah pengguna, ergonomis, dan mudah dirawat.
Peluncuran eKarsa merupakan bagian dari upaya hilirisasi teknologi di lingkungan kampus. Meskipun menuju produksi massal masih memerlukan dukungan, Hanung berharap ada sinkronisasi riset dan pengembangan dengan industri. Prof. Selo menambahkan bahwa dengan terbukanya pasar, diharapkan industri dapat berkembang, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan produksi komponen kendaraan listrik secara lokal. GATe dan eKarsa diharapkan dapat dijual secara umum selama spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan pengguna.






















