Headline.co.id, Kota Gorontalo ~ Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Purbakala menyelenggarakan program Belajar Bersama di Museum. Program ini menghadirkan materi tentang tari klasik Gorontalo yang kaya akan nilai budaya. Sebanyak 50 siswi dari SMA/SMK dan MA se-Provinsi Gorontalo tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Pada hari kedua program, para peserta mendapatkan pembelajaran langsung mengenai tari klasik Gorontalo, yaitu “Tidi Lo O’ayabu”. Materi ini disampaikan oleh tiga narasumber, yakni Wiwy Triyanti Pulukadang, dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Reyners Bila, Tenaga Kebudayaan, serta Fery Fadly Pomontolo, Praktisi Budaya dan Maestro Tari.
Fery menjelaskan bahwa tari Tidi Lo O’ayabu adalah tarian klasik yang khusus ditampilkan untuk menyambut tamu. Tarian ini menggambarkan kelembutan, kesopanan, serta kepribadian perempuan Gorontalo dalam memuliakan tamu yang datang. “Gerakan dalam Tidi Lo O’ayabu didominasi oleh gerakan halus yang mencerminkan budi pekerti dan tata krama masyarakat Gorontalo. Ini menjadi identitas bahwa masyarakat Gorontalo menjunjung tinggi nilai kesantunan,” ujar Fery pada Selasa (14/4/2026).
Tarian ini memiliki ciri khas tersendiri. Secara etimologis, “Tidi” berarti tari, sedangkan “O’ayabu” berarti kipas. Dalam praktiknya, tarian ini menggunakan properti kipas sebagai simbol perempuan, serta selendang yang melambangkan kelembutan. Pembelajaran ini diikuti oleh para siswi perempuan, sesuai dengan karakter tarian Tidi Lo O’ayabu yang secara tradisional dibawakan oleh penari perempuan.
Fery mengaku terkesan dengan semangat para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, para siswi menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu dengan cepat memahami setiap gerakan yang diajarkan. “Saya tidak merasa kesulitan dalam melatih, karena mereka sangat cepat menangkap materi. Semangat mereka luar biasa untuk mempelajari tari klasik Gorontalo ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Melko Salapa, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian budaya daerah melalui pendekatan edukatif kepada generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik peserta dapat mengenal dan memahami adat serta budaya Gorontalo secara langsung. Karena kalianlah generasi penerus yang akan melestarikan warisan budaya ini,” ungkap Melko.



















