Headline.co.id, Sleman ~ Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman telah meluncurkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam kebijakan negara untuk meningkatkan akurasi penyaluran program strategis pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Sri Tantri Shintia Indriati, perwakilan BPS Kabupaten Sleman, dalam acara pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman, pada Selasa, 14 April 2026.
Sampai awal 2026, DTSEN telah mencakup data detail berbasis nama dan alamat dari lebih dari 289 juta individu dan sekitar 95 juta keluarga di seluruh Indonesia. Sistem ini mengintegrasikan data kependudukan, sosial, dan ekonomi yang sebelumnya tersebar di berbagai lembaga. “Dengan adanya DTSEN, kita dapat memastikan bahwa data yang digunakan dalam kebijakan publik lebih akurat dan tepat sasaran,” ujar Sri Tantri dalam pemaparannya.
Implementasi data tunggal ini telah diterapkan dalam berbagai program penting, seperti penyaluran bantuan sosial, penentuan penerima jaminan kesehatan, program perumahan, dan seleksi pendidikan berbasis afirmasi. Sri Tantri menekankan bahwa efektivitas sistem ini sangat bergantung pada validasi data dari tingkat paling dasar. Melalui Program Desa Cantik 2026, pemerintah memberikan pendampingan agar aparat desa dapat melakukan verifikasi secara mandiri. “Validasi data di tingkat desa sangat penting untuk memastikan keakuratan data nasional,” tegasnya.
Pengelolaan DTSEN melibatkan sinergi antar-kementerian, termasuk Kementerian Sosial, Bappenas, dan Kementerian Dalam Negeri, dengan pengawasan keamanan data yang ketat. Pembaruan data dilakukan secara berkala melalui survei nasional dan verifikasi lapangan untuk menyesuaikan dengan dinamika sosial masyarakat yang terus berubah. Dengan penguatan sistem data terpadu dan presisi dari tingkat desa, pemerintah optimis dapat mendorong transformasi tata kelola pemerintahan digital yang transparan, serta mempercepat pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia.






















