Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan serangkaian pertemuan dengan sejumlah investor potensial di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, Menkeu Purbaya memaparkan kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia serta strategi fiskal yang diterapkan oleh pemerintah kepada para investor besar dari Amerika Serikat.
Purbaya menjelaskan bahwa para investor memiliki minat untuk berinvestasi di Indonesia. “Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun para investor tidak ragu, mereka mendengar adanya isu bahwa fiskal Indonesia bermasalah, sehingga mereka ingin memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Lebih lanjut, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa para investor telah yakin dengan arah kebijakan fiskal Indonesia. “Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya nya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai strategi untuk meyakinkan investor agar berinvestasi di Indonesia, Purbaya menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang sesuai dengan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” pungkas Menkeu Purbaya.
Beberapa investor besar dari Amerika Serikat yang bertemu dengan Menteri Keuangan pada Senin, 13 April di New York lain adalah HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, dan TD Asset Management.








