Headline.co.id, Jakarta ~ Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 menjadi momen penting untuk mengapresiasi peran peternak sapi perah dalam penyediaan susu segar di Indonesia. Kementerian Pertanian menilai bahwa kontribusi peternak tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berperan signifikan dalam pemenuhan gizi masyarakat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, M.Sc., menyampaikan penghargaan kepada para peternak yang bekerja keras setiap hari untuk menghasilkan susu bagi masyarakat. Menurutnya, dedikasi para peternak sangat penting dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan kuat.
Makmun menyatakan, “Para peternak adalah ujung tombak dalam penyediaan susu segar dalam negeri, dan dedikasi mereka layak mendapat perhatian.” Pemerintah telah memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan, termasuk mengakomodasi penggunaan susu segar dalam negeri minimal 20 persen dalam program pemerintah. Kebijakan ini diharapkan dapat menjamin penyerapan susu produksi peternak lokal.
Namun, Makmun mengakui bahwa produksi susu nasional masih menghadapi tantangan besar. Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional, sementara sekitar 75 persen lainnya masih dipenuhi melalui impor. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan populasi sapi perah dan produktivitas peternak. Salah satu target yang ingin dicapai adalah meningkatkan produksi susu dari rata-rata di bawah 20 liter per ekor per hari menjadi lebih dari 20 liter, bahkan hingga 25 liter per hari.
Selain meningkatkan produktivitas, Kementan juga mendorong dunia usaha untuk berpartisipasi menambah populasi sapi perah melalui impor sapi indukan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat produksi susu nasional dalam jangka panjang. Makmun menambahkan bahwa perkembangan teknologi peternakan saat ini telah membuka peluang pengembangan sapi perah di dataran rendah. Menurutnya, keterbatasan lahan di dataran tinggi tidak lagi menjadi hambatan utama bagi pengembangan industri persusuan nasional.
Di sisi hilir, Kementan juga mendorong penguatan industri pengolahan susu dan koperasi agar seluruh produksi peternak dapat terserap dengan baik. Sinergi peternak, koperasi, dan industri dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat industri susu nasional. Pada momentum Hari Susu Nusantara 2026, Makmun juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi susu sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari. “Konsumsi susu yang meningkat akan mendukung kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Melalui tema Hari Susu Nusantara 2026, pemerintah berharap kolaborasi peternak, industri, dan masyarakat dapat memperkuat ekosistem persusuan nasional sekaligus mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.





















