Headline.co.id, Bone Bolango ~ Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memulai agenda dialog kinerja dengan aparatur sipil negara di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Gorontalo pada Senin, 13 April 2026. Dialog ini bertujuan untuk menyamakan persepsi kerja dari tingkat pimpinan hingga tenaga alih daya, guna memastikan pelaksanaan program daerah berjalan lancar.
Gubernur menekankan bahwa penyamaan persepsi adalah fondasi penting dalam organisasi. Menurutnya, perbedaan pemahaman di tingkat teknis dapat menimbulkan bias dalam implementasi kebijakan. “Penyamaan persepsi itu terdengar sederhana, tapi justru perbedaan itu kalau tidak kita samakan maka di implementasi menjadi bias. Sehingga apa yang ada dipikirkan, diucapkan, dan dipersepsikan oleh gubernur, maka sampai di bawah harus sama,” ujar Gusnar.
Dalam dialog tersebut, Gusnar juga menekankan pentingnya ritme kerja yang cepat dan profesionalisme. Ia meminta seluruh pegawai untuk menyusun program prioritas dan segera melaksanakannya tanpa penundaan. Gubernur menyoroti kebiasaan pegawai yang sering memberikan jawaban normatif, namun belum menunjukkan hasil nyata di lapangan. “Saya pasti bisa menduga jawaban Anda semua adalah sudah pak, sementara, mau, akan. Bayangkan masih jauh sekali itu (terwujud),” tegasnya saat mencontohkan koordinasi persiapan perhelatan Petani dan Nelayan (PENAS) ke-XIII.
Selain itu, Gusnar mendorong tumbuhnya inisiatif kerja di seluruh perangkat daerah. Ia berharap adanya dinamika organisasi di mana pegawai hingga level bawah berani memberikan pikiran pembanding yang konstruktif demi kemajuan instansi. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi aparatur untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, salah satunya adalah usulan fleksibilitas jam kerja.
Mengingat lokasi kantor BKPSDM di Bone Bolango yang cukup jauh bagi pegawai yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Gorontalo, muncul aspirasi agar keterlambatan jam masuk dapat dikompensasi dengan waktu pulang yang lebih lama. Dialog kinerja ini direncanakan akan dilakukan secara bergiliran di seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai upaya sinkronisasi visi dan misi kepemimpinan daerah.




















