Headline.co.id, Banda Aceh ~ Dalam era digital yang penuh dengan informasi yang sering kali tidak akurat, peran dai semakin penting untuk menjaga moderasi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Aceh periode 2026–2031 yang berlangsung di Aula Hotel Masjid Oman, Lampriet, Banda Aceh, pada Selasa (16/6/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKADI, Ahmad Kusyairi Suhail, secara virtual. Dalam kepengurusan baru ini, Ustaz Roly Triwahyudi dipercaya untuk memimpin IKADI Aceh selama lima tahun ke depan. Ahmad Kusyairi Suhail menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat menuntut para dai untuk beradaptasi tanpa meninggalkan substansi dakwah.
Menurut Ahmad Kusyairi, dakwah tidak lagi cukup dilakukan melalui mimbar-mimbar konvensional, tetapi juga harus aktif di ruang digital yang kini menjadi salah satu sumber utama informasi bagi masyarakat, terutama generasi muda. “Dakwah harus hadir di ruang digital,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi organisasi dakwah dengan pemerintah, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjawab persoalan sosial yang semakin kompleks.
Sementara itu, Ketua PW IKADI Aceh, Ustaz Roly Triwahyudi, menyatakan bahwa kepengurusan baru akan memfokuskan perhatian pada penguatan kapasitas dai, peningkatan literasi keislaman masyarakat, serta optimalisasi dakwah digital. Dengan mengusung slogan “Dakwah Menyejukkan”, Roly menilai Aceh membutuhkan gerakan dakwah yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang aktif di media sosial dan berbagai platform digital. “Aceh butuh dakwah yang menjangkau semua lapisan,” katanya.
Menurut Roly, tantangan dakwah pada masa mendatang tidak hanya menjaga pemahaman keagamaan yang benar, tetapi juga membentengi masyarakat dari pengaruh informasi yang menyesatkan serta polarisasi di ruang digital. Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang membahas sejumlah program prioritas organisasi untuk semester kedua tahun 2026.
Kegiatan tersebut ditutup dengan tausiyah Pembina IKADI Aceh, Ustaz Faizal Adriansyah, yang mengingatkan pentingnya keikhlasan, persatuan umat, serta menjadikan organisasi sebagai sarana pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa. Melalui kepengurusan baru ini, IKADI Aceh diharapkan mampu memperkuat peran dai sebagai agen pemersatu umat yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menghadirkan dakwah yang moderat, solutif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital.





















