Headline.co.id, East Rutherford ~ Marc Cucurella menyatakan siap mengakhiri kariernya bersama tim nasional Spanyol apabila La Roja menjuarai Piala Dunia 2026. Pernyataan itu kembali menjadi perhatian pada Sabtu, 18 Juli 2026, menjelang final Spanyol melawan Argentina di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. Cucurella juga dikaitkan dengan janji membuat tato wajah pelatih Luis de la Fuente sebagai bentuk perayaan jika Spanyol mengangkat trofi. Final dijadwalkan berlangsung Minggu, 19 Juli waktu setempat atau Senin, 20 Juli waktu Indonesia, sehingga seluruh janji tersebut masih bergantung pada hasil pertandingan.
Cucurella berada di pusat sorotan karena berperan penting dalam perjalanan Spanyol menuju laga puncak. Bek kiri tersebut menjadi bagian dari lini pertahanan yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen berdasarkan data yang tersedia menjelang final. Ketangguhan itu membuat rencana pensiun Cucurella dari timnas terasa mengejutkan, terlebih usianya masih berada dalam rentang produktif bagi seorang pemain belakang.
Cucurella dan rekan-rekannya mencapai final setelah Spanyol menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal. Dalam pertandingan tersebut, ia mencatat intervensi penting untuk membatasi pergerakan Kylian Mbappe ketika Prancis berusaha mengejar ketertinggalan. Hasil itu mempertemukan Spanyol dengan Argentina, juara bertahan yang datang dengan kekuatan serangan paling produktif di turnamen.
Cucurella Menunggu Hasil Final Spanyol vs Argentina
Status pernyataan Cucurella perlu ditempatkan sebagai nazar pribadi, bukan pengumuman pensiun yang sudah berlaku. Hingga berita ini disusun, ia tetap menjadi bagian dari skuad Spanyol dan belum ada keterangan resmi mengenai proses administratif pengunduran diri dari tim nasional. Keputusan nyata baru dapat dinilai setelah final selesai dan Cucurella menjelaskan langkah berikutnya secara terbuka.
Final melawan Argentina menjadi ujian terbesar bagi pertahanan Spanyol. Argentina tercatat mencetak 19 gol sepanjang turnamen, sedangkan Spanyol hanya kemasukan satu gol. Pertemuan tersebut mempertemukan tim dengan produktivitas serangan tertinggi dan tim dengan catatan bertahan paling rapat, sehingga peran Cucurella di sisi kiri pertahanan diperkirakan kembali menentukan.
Argentina juga membawa ambisi mempertahankan gelar dan menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Spanyol mengejar gelar dunia kedua setelah keberhasilan pada 2010. Latar tersebut membuat ucapan Cucurella tidak berdiri sebagai cerita pribadi semata, tetapi melekat pada laga yang dapat mengubah sejarah kedua tim.
Janji Tato Wajah Luis de la Fuente
Selain rencana pensiun dari timnas, Cucurella disebut siap menato wajah Luis de la Fuente apabila Spanyol menjadi juara. Janji itu menegaskan kedekatan simbolis antara pemain dan pelatih yang membawa La Roja kembali ke final Piala Dunia. De la Fuente membangun skuad dengan mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan generasi muda, termasuk Lamine Yamal, Rodri, Pedri, Mikel Oyarzabal, serta Cucurella.
Penghormatan kepada De la Fuente juga berkaitan dengan perubahan posisi Cucurella di tim nasional. Ia kembali menjadi bagian penting Spanyol sejak 2024 dan kemudian membantu La Roja memenangi Piala Eropa pada tahun yang sama. Kepercayaan pelatih memberinya ruang untuk menjalankan fungsi ganda, yakni menjaga area pertahanan sekaligus membantu progresi serangan dari sisi kiri.
Namun, belum ada penjelasan terverifikasi mengenai lokasi tato, ukuran, waktu pembuatan, atau bentuk final gambar yang akan dipilih. Karena itu, informasi yang dapat dipastikan saat ini hanya berupa komitmen yang dikaitkan dengan keberhasilan Spanyol. Pelaksanaan janji tersebut tetap menunggu dua hal: hasil final dan konfirmasi lanjutan langsung dari Cucurella.
Peran Cucurella dalam Pertahanan Spanyol
Data turnamen yang dirangkum menjelang final menunjukkan Cucurella telah bermain 717 menit dalam tujuh pertandingan. Ia mencatat 98 tekanan kepada lawan, 18 kali merebut kembali bola, dan akurasi umpan 92 persen. Angka tersebut menggambarkan kontribusinya tidak hanya saat bertahan, tetapi juga ketika Spanyol menjaga penguasaan bola dan memulai serangan dari belakang.
Pada fase gugur, Cucurella dilaporkan belum dilewati lawan melalui dribel. Catatan itu menjadi penting karena ia berhadapan dengan pemain sayap berkecepatan tinggi dan penyerang yang sering bergerak melebar. Di semifinal, disiplin posisinya membantu Spanyol meredam ancaman Prancis dan mempertahankan keunggulan dua gol sampai pertandingan berakhir.
Spanyol memasuki final dengan rangkaian 37 pertandingan tanpa kalah dalam waktu normal maupun perpanjangan waktu. Stabilitas tersebut didukung rotasi luas yang dilakukan De la Fuente tanpa menghilangkan struktur permainan. Cucurella menjadi salah satu figur yang menjaga keseimbangan ketika pemain depan bergerak agresif menekan lawan.
Dengan final belum dimainkan, fokus utama Cucurella tetap pada upaya menghentikan Argentina, bukan pada keputusan setelah turnamen. Bila Spanyol menang, sorotan akan beralih kepada kepastian pensiun dan realisasi tato wajah De la Fuente. Bila Argentina yang keluar sebagai juara, pernyataan tersebut tidak memenuhi syarat yang sejak awal dilekatkan pada keberhasilan La Roja mengangkat trofi.





















