Headline.co.id, Gresik ~ Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan penghargaan kepada 30 pelaku pariwisata dan budayawan dalam upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis kearifan lokal. Acara penghargaan ini berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) pada Senin, 16 Maret 2026, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif. Penghargaan ini merupakan bagian dari kegiatan “Apresiasi Pariwisata, Budaya, dan Media Bercerita.”
Penghargaan tersebut diberikan kepada berbagai kategori, termasuk desa wisata, kampung wisata, tokoh penggerak pariwisata, budayawan, jurnalis, dan pelaku promosi budaya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengakui peran penting para pelaku dalam meningkatkan identitas dan daya saing pariwisata Gresik. Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Bupati, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam pengembangan pariwisata.
“Ini adalah wujud apresiasi kepada insan pariwisata dan budayawan yang telah berkontribusi menjaga dan mengembangkan kearifan lokal,” ujar Alif. Selain itu, Pemkab Gresik juga menyoroti potensi Pulau Bawean sebagai destinasi unggulan. Berdasarkan testimoni penyelam internasional, beberapa titik selam di kawasan tersebut dinilai berkualitas tinggi dan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia setelah Raja Ampat.
Potensi Bawean tidak hanya terbatas pada wisata bahari, tetapi juga mencakup kawasan mangrove dan kekayaan alam lainnya yang memiliki daya tarik besar. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mempromosikan potensi ini secara lebih masif dan terintegrasi, serta mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh publik dan pegiat budaya, untuk memperluas promosi di tingkat nasional dan global.
Sejalan dengan penguatan sektor pariwisata, Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. Dalam tiga tahun ke depan, dari 2026 hingga 2028, perbaikan jalan menjadi prioritas utama, terutama pada ruas jalan poros desa dan jalan kabupaten. “Kami ingin persoalan infrastruktur ini tuntas, karena sangat berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi,” tegas Alif.
Perbaikan konektivitas dianggap sebagai faktor kunci dalam meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Langkah ini mencerminkan strategi pembangunan yang tidak hanya berfokus pada promosi pariwisata, tetapi juga memperkuat ekosistem pendukungnya, mulai dari infrastruktur hingga peran media dan komunitas.
Dengan sinergi multipihak, Gresik menargetkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan daerah, sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.





















