Headline.co.id, Bojonegoro ~ Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan penghargaan kepada tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yang berprestasi dalam penyelenggaraan Satu Data Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026. Penghargaan ini diserahkan dalam Rapat Koordinasi Forum Satu Data yang berlangsung di Partnership Room Gedung Pemkab Bojonegoro pada Kamis, 26 Februari 2026.
Ketiga OPD yang menerima penghargaan tersebut adalah Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah yang telah menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam pelaksanaan Satu Data Indonesia (SDI) 2026.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kami mengapresiasi perangkat daerah yang telah menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam penyelenggaraan Satu Data. Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi penguat semangat serta mendorong tumbuhnya praktik-praktik baik di seluruh perangkat daerah,” ujar Edi Susanto.
Edi Susanto juga berharap agar melalui Forum Satu Data, koordinasi dan sinergi antarperangkat daerah, termasuk dengan pemerintah provinsi, semakin diperkuat. Hal ini penting agar data dapat benar-benar menjadi dasar dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan daerah.
Perencana Pertama Bappeda Provinsi Jawa Timur, Arimbi Dinar Dewita, yang mengikuti kegiatan secara daring, turut mengucapkan selamat kepada OPD penerima penghargaan. “OPD ini merupakan perangkat daerah yang paling aktif berkontribusi pada Satu Data Indonesia. Semoga menjadi penyemangat bagi OPD lainnya untuk semakin aktif,” ujarnya.
Menurut data dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro, terdapat 42 OPD yang terdaftar sebagai produsen data dari total 71 OPD, atau sekitar 59 persen. Seluruh 42 OPD produsen data tersebut telah memiliki dataset yang terpublikasi, mencapai 100 persen.
Melalui penguatan implementasi Satu Data Indonesia di tingkat daerah, Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan guna mendukung pembangunan yang berbasis data.



















