Headline.co.id, Padang ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara dan tetap bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca bencana. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyatakan bahwa fokus penanganan sektor permukiman adalah pada 49.296 rumah yang mengalami kerusakan berat, dengan target pembangunan 27.575 unit hunian sementara (huntara).
Progres pembangunan telah mencapai 100 persen di Blang Pandak, Kabupaten Pidie, serta di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Di Provinsi Sumatera Utara, pembangunan hunian tetap telah mencakup 648 unit. Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat, pemerintah mempercepat pembangunan huntara tahap I di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 34 unit yang dipusatkan di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau, dengan capaian fisik sebagian besar telah melampaui 50 persen.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) yang telah disalurkan kepada 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan bagi warga terdampak. Abdul Muhari menambahkan bahwa distribusi logistik terus dilakukan untuk mendukung seluruh aktivitas di lapangan, dengan total penyaluran mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari logistik yang masuk, melalui jalur udara, laut, dan darat.
BNPB juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengendalikan potensi cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses pemulihan. Hingga Senin (12/1), akumulasi penyemaian awan telah mencapai 1.150 sortie di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Kami terus berupaya agar proses pemulihan dapat berjalan lancar,” jelas Abdul Muhari.





















