Headline.co.id, Luis Venriko Mumu ~ mahasiswa dari Program Studi Teknik Nuklir Universitas Gadjah Mada, meraih prestasi gemilang di ajang internasional Youth Multimedia Arts Competition yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 15-17 Desember 2025. Kompetisi ini mengangkat tema “Envisioning a World Without Nuclear Weapons” dan merupakan bagian dari peringatan 30 tahun Traktat Bangkok yang menegaskan komitmen Asia Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya.
Luis berhasil meraih juara pertama dalam kategori Visual Arts: Traditional Arts dengan karyanya berjudul “When Fear Smiles”. Ia juga terpilih sebagai salah satu dari empat pemenang Grand Prize yang mewakili kategori terbaik dalam kompetisi tersebut. Prestasi ini memberinya kesempatan untuk mengunjungi Hiroshima, Jepang, serta berpartisipasi dalam Youth Leader Fund Conference yang akan diadakan pada pertengahan tahun 2026.
Menurut Luis, partisipasinya dalam kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai isu perlucutan senjata nuklir. Ia menyatakan bahwa membayangkan dunia tanpa senjata nuklir adalah gambaran tentang perdamaian dan kehidupan yang bebas dari rasa takut. “Melalui karya saya, saya ingin mengajak orang untuk mengubah cara pandang, from fear to hope, from threat to opportunity, from victim to human,” ujarnya pada Selasa (13/1).
Selama tiga hari acara, para finalis mengikuti berbagai kegiatan, termasuk upacara penyerahan penghargaan, pameran seni, kunjungan ke fasilitas nuklir di rumah sakit, workshop pengembangan keterampilan seni, pertukaran budaya, serta diskusi dan jejaring dengan para ahli nuklir dari Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Mereka juga diundang untuk berpartisipasi dalam Commemorative Event and Youth Arts Exhibition, yang diselenggarakan oleh United Nations Regional Centre for Peace and Disarmament in Asia and the Pacific (UNRCPD) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Kerajaan Thailand. “Rangkaian acara Commemorative Event and Youth Arts Exhibition merupakan ajang perayaan dan temu finalis dari kategori lomba short film, photography, dan visual arts mencakup traditional, graphic, serta AI,” jelasnya.
Luis menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan dunia yang lebih aman. Ia berpendapat bahwa generasi muda perlu mengambil tindakan nyata, mulai dari memperkaya literasi, melawan misinformasi, hingga menyuarakan aspirasi melalui advokasi kreatif dan bertanggung jawab. Selain itu, ia menilai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam bidang kebijakan, teknologi, dan kemanusiaan. “Generasi muda memiliki kekuatan besar melalui platform digital, baik media sosial maupun kanal lainnya untuk menyebarkan pesan perdamaian secara lebih luas dan mencegah adanya misinformasi,” tambahnya.
Partisipasi dan prestasi ini menunjukkan kontribusi aktif mahasiswa Universitas Gadjah Mada di kancah internasional, sekaligus menegaskan komitmen generasi muda Indonesia dalam mendorong dunia yang lebih aman, damai, dan bebas dari senjata nuklir.



















