Headline.co.id, Bener Meriah ~ Bencana alam yang melanda Kabupaten Bener Meriah telah menyebabkan kerusakan berat pada 20 titik irigasi di daerah tersebut. Kerusakan ini berdampak signifikan terhadap sistem pengairan yang sangat vital bagi pertanian setempat. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah kini tengah berupaya untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak guna memulihkan aktivitas pertanian yang terganggu.
Menurut laporan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bener Meriah, kerusakan ini terjadi akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Kepala Dinas PUPR Bener Meriah, Ir. Zulkifli, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan dan penilaian terhadap kerusakan yang terjadi. “Kami telah mengidentifikasi 20 titik irigasi yang mengalami kerusakan berat dan memerlukan perbaikan segera,” ujarnya.
Pemerintah daerah telah menyusun rencana aksi untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah mengajukan permohonan bantuan dana kepada pemerintah pusat dan provinsi. Selain itu, Dinas PUPR juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendapatkan dukungan teknis dan logistik dalam proses perbaikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Zulkifli menambahkan bahwa perbaikan irigasi ini menjadi prioritas utama karena sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Bener Meriah. “Kami berharap proses perbaikan dapat segera dimulai agar para petani dapat kembali beraktivitas normal,” katanya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyelesaikan perbaikan ini dalam waktu secepat mungkin guna meminimalisir dampak ekonomi yang lebih luas.

















