Tim PBB Selidiki Ratusan Kematian Unjuk Rasa Mahasiswa Bangladesh
Headline.co.id, Dhaka – Pekan depan, tim pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan tiba di Bangladesh untuk menyelidiki ratusan kematian yang terjadi selama unjuk rasa besar-besaran yang dipimpin mahasiswa. Protes tersebut memicu pengunduran diri Perdana Menteri Sheikh Hasina.
Komisi investigasi independen ini akan didanai dan dipimpin oleh PBB, menurut Koordinator Tetap PBB di Bangladesh, Gwyn Lewis, yang bertemu dengan penasihat kebijakan luar negeri Bangladesh di Dhaka, Kamis (15/8).
Lewis mengatakan kerangka waktu dan rencana aksi akan segera ditetapkan. Sebelumnya, pada Rabu (14/8), Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, menyampaikan kepada pemimpin pemerintah transisi Bangladesh, Muhammad Yunus, bahwa penyelidikan yang dipimpin PBB akan segera diluncurkan.
“Tim ahli PBB akan segera mengunjungi negara itu untuk melakukan penyelidikan,” kata Turk, dikutip dari kantor pers Yunus.
Dalam panggilan telepon dengan Turk, Yunus meminta kerja sama PBB dalam membangun kembali negara dan menegakkan hak asasi manusia.
Peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus (84) ditunjuk minggu lalu untuk memimpin pemerintahan transisi yang beranggotakan 17 orang setelah Hasina melarikan diri ke India akibat tekanan protes antipemerintah yang berkepanjangan.
ตั้งแต่กลางเดือนกรกฎาคมจนถึงการลี้ภัยของ Hasina, unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat sipil telah mengakibatkan setidaknya 580 kematian.
Sumber: Anadolu-OANA
sumber: https://www.antaranews.com/berita/4264067/tim-pbb-akan-selidiki-kematian-selama-unjuk-rasa-di-bangladesh.























