Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta — Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI) meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 Kategori Museum dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diterima Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama Abdul Aziz Shidqi di Jakarta, Jumat (6/11/2026). BQMI memperoleh apresiasi itu karena dinilai konsisten melestarikan, merawat, dan mengenalkan khazanah Al-Qur’an serta warisan budaya Islam kepada masyarakat.
Sebagai museum binaan LPMQ Kementerian Agama, BQMI menjalankan pelestarian melalui perawatan koleksi mushaf kuno, manuskrip bersejarah, dan berbagai warisan budaya bernafaskan Islam. Koleksi tersebut menjadi bagian dari rekam jejak peradaban Islam di Nusantara sekaligus bukti berkembangnya tradisi keilmuan Islam di tanah air.
BQMI Rawat Koleksi Sejarah Peradaban Islam
Penghargaan AKI 2026 menegaskan peran BQMI dalam menjaga warisan intelektual dan budaya Islam. Koleksi yang dirawat tidak hanya berfungsi sebagai benda bersejarah, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan mengenai perjalanan peradaban Islam di Nusantara.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Upaya pelestarian itu dilakukan secara berkelanjutan. BQMI merawat mushaf-mushaf kuno, manuskrip bersejarah, serta warisan budaya Islam yang memiliki nilai penting bagi masyarakat. Keberadaan koleksi tersebut turut memperkuat posisi BQMI sebagai pusat rekam jejak peradaban Islam di Indonesia.
Pelestarian koleksi juga disertai upaya mengenalkan khazanah Al-Qur’an kepada publik. BQMI mengembangkan penataan layanan kunjungan, pameran interaktif, dan program literasi Al-Qur’an agar warisan yang tersimpan di museum dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat.
Sepanjang Januari hingga awal November 2026, BQMI telah menerima 36.276 pengunjung. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar dan generasi muda. Data tersebut menunjukkan jangkauan edukasi BQMI kepada masyarakat, khususnya dalam memperkenalkan khazanah Al-Qur’an dan warisan budaya Islam.
Koleksi BQMI Jadi Rujukan Peneliti Internasional
Peran BQMI tidak hanya menjangkau pengunjung dari dalam negeri. Koleksi unik dan manuskrip langka yang dimiliki museum juga menjadi rujukan bagi ilmuwan serta peneliti internasional.
“Daya tarik BQMI pun menembus batas negara. Koleksi unik dan manuskrip langka milik museum kerap menjadi rujukan bagi ilmuwan serta peneliti internasional, seperti Dr. Annabel Teh Gallop dari Inggris dan Dr. Morteza Karimi-Nia dari Iran,” ujar Abdul Aziz setelah menerima penghargaan di Jakarta.
Menurut dia, kunjungan para ahli dari luar negeri memperlihatkan arti penting BQMI bagi kajian peradaban Islam Nusantara. Penelitian terhadap koleksi museum menjadi salah satu bentuk pemanfaatan warisan budaya untuk memperluas pengetahuan mengenai sejarah dan tradisi keilmuan Islam.
“Kunjungan para ahli ini menegaskan peran strategis BQMI sebagai salah satu episentrum kajian riset peradaban Islam Nusantara di tingkat global,” katanya.
Posisi tersebut membuat BQMI tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum ini juga berperan sebagai penghubung warisan intelektual masa lalu dan kebutuhan generasi mendatang.
Penghargaan Jadi Pemacu Transformasi BQMI
Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 Kategori Museum menjadi pengakuan atas kesinambungan kerja BQMI dalam pelestarian dan edukasi publik. Penghargaan itu sekaligus meneguhkan posisi BQMI sebagai salah satu agen pelestari khazanah Al-Qur’an dan warisan budaya Islam di Nusantara.
Abdul Aziz mengatakan penghargaan tersebut akan menjadi dorongan bagi BQMI untuk meningkatkan perannya. “Ini akan menjadi pemacu semangat BQMI untuk terus bertransformasi, meningkatkan kualitas layanan museum, serta memperluas jangkauan syiar khazanah Al-Qur’an dan warisan budaya Islam di Nusantara,” tandasnya.
Melalui koleksi, layanan kunjungan, pameran interaktif, dan program literasi Al-Qur’an, BQMI terus menghubungkan masyarakat dengan warisan budaya Islam. Penguatan layanan tersebut berjalan berdampingan dengan fungsi museum sebagai ruang pelestarian, pembelajaran, dan kajian tentang peradaban Islam Nusantara.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















