Headline.co.id, Pasaman Barat ~ Rencana pembangunan kilang minyak Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, masih menunggu keputusan resmi Pemerintah Pusat. Kepastian itu disampaikan Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah saat bersilaturahmi dengan pucuk adat dan ninik mamak Air Bangis di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Air Bangis, Kamis (5/11/2026). Proyek yang sebelumnya diwacanakan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut belum memiliki keputusan mengenai kelanjutan pembangunannya. Dalam pertemuan itu, Mahyeldi menyatakan pemerintah daerah akan menyampaikan perkembangan dan mendiskusikannya dengan masyarakat apabila terdapat keputusan dari pusat.
Sejumlah tokoh adat meminta kepastian mengenai pembangunan kilang minyak di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas. Rencana tersebut menjadi perhatian masyarakat karena sebelumnya pengembangan PSN Air Bangis dirancang mencakup kawasan sekitar 30.162 hektare.
“Hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari pusat. Jika seandainya ada perkembangan, tentu nanti akan kami beritahukan dan mendiskusikannya dengan masyarakat untuk langkah selanjutnya,” tegas Mahyeldi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Keputusan pembangunan kilang minyak masih dinantikan
Belum adanya keputusan resmi membuat rencana pembangunan kilang minyak Air Bangis belum dapat dilanjutkan dengan kepastian mengenai realisasi proyek. Sebelumnya, kawasan PSN Air Bangis dirancang untuk menampung industri petrokimia, kilang minyak, dan pelabuhan terpadu.
Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatra Barat. Apabila terealisasi, pengembangannya berpotensi menarik investasi berskala besar, mendorong industri hilir, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta membuka lapangan kerja pada tahap konstruksi dan operasional.
Namun, potensi tersebut masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat dan realisasi pembangunan. Karena itu, kepastian mengenai kelanjutan proyek menjadi hal yang ditunggu masyarakat dan para pemangku kepentingan di Air Bangis.
Mahyeldi menegaskan, kebijakan dan pelaksanaan pembangunan harus memperhatikan aspirasi serta kepentingan masyarakat setempat. Menurut dia, komunikasi dengan pucuk adat, ninik mamak, dan tokoh masyarakat perlu terus dibangun agar setiap rencana pembangunan dapat berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pelabuhan Teluk Tapang ditargetkan beroperasi pada 2028
Di tengah belum adanya kepastian pembangunan kilang minyak, Mahyeldi menyampaikan perkembangan proyek Pelabuhan Teluk Tapang yang berada di kawasan Air Bangis. Pembangunan lapangan penumpukan oleh Kementerian Perhubungan telah selesai dilaksanakan.
Tahap berikutnya direncanakan berlangsung pada 2027, meliputi pembangunan kawasan perkantoran pelabuhan dan pembenahan dermaga. Seluruh tahapan tersebut ditargetkan rampung sehingga Pelabuhan Teluk Tapang dapat mulai beroperasi pada 2028.
Menurut Mahyeldi, Pelabuhan Teluk Tapang memiliki posisi strategis karena dapat memperpendek jalur distribusi barang. Kehadiran pelabuhan itu juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pantai barat Sumatra.
Pembangunan pelabuhan menjadi salah satu perkembangan infrastruktur yang disampaikan pemerintah daerah ketika rencana pembangunan kilang minyak Air Bangis masih menunggu kepastian dari Pemerintah Pusat.
Distribusi CPO dan bijih besi diharapkan lebih efisien
Selama ini, sejumlah komoditas unggulan Pasaman Barat, termasuk minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan bijih besi, masih didistribusikan melalui Pelabuhan Belawan di Medan untuk keperluan ekspor.
Beroperasinya Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan membuat jalur distribusi komoditas tersebut lebih efisien. Pemerintah juga mengharapkan keberadaan pelabuhan itu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur pelabuhan tetap berjalan melalui tahapan yang telah direncanakan, sementara rencana kilang minyak dan pengembangan kawasan PSN Air Bangis masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat.
Mahyeldi menyatakan dialog dengan masyarakat akan terus dilakukan. Pemerintah daerah akan menyampaikan perkembangan terkait rencana pembangunan apabila telah ada keputusan, kemudian mendiskusikan langkah selanjutnya bersama masyarakat Air Bangis.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















