Headline.co.id, Jakarta ~ Hari Lahir ke-73 Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diperingati dengan santunan dan doa bersama anak yatim di Ruang Sidang Utama Lantai 2 KPU, Jalan Imam Bonjol No. 29, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2026). Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, mengenang hari lahir merupakan bentuk syukur yang dapat diwujudkan melalui doa, amal, dan kepedulian sosial. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran komisioner dan sekretariat KPU bersama anak-anak yatim yang diundang secara khusus. Peringatan itu digelar menjelang usia KPU yang genap 73 tahun pada 2026, dengan santunan sebagai bagian dari agenda rutin lembaga tersebut.
Menag: Hari Lahir Menjadi Momentum Bersyukur
Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai peringatan hari lahir tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut dapat digunakan untuk mengingat perjalanan yang telah dilalui sekaligus memperbanyak amal dan berbagi dengan sesama.
“Manfaat merayakan ulang tahun itu dengan cara bersyukur dan berdoa,” kata Nasaruddin Umar saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-73 KPU RI di Jakarta.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menag menjelaskan, bersyukur berarti memuji. Pujian tersebut, kata dia, harus selaras ucapan dan hati.
“Pujian tidak boleh lain di mulut lain di hati,” ujar Menag.
Nasaruddin kemudian menjelaskan bahwa syukur memiliki beberapa tingkatan. Pertama, tahmid, yakni mengucapkan Alhamdulillah atas nikmat berupa rezeki dan umur panjang.
Kedua, syukur, yaitu memuji Allah dengan hati dan lisan yang disertai aksi atau perbuatan nyata. Ketiga, tasyakkur, yakni memuji sekaligus berbagi kepada orang lain.
Santunan Anak Yatim sebagai Wujud Tasyakkur
Peringatan Hari Lahir KPU ke-73 diisi dengan pemberian santunan dan doa bersama anak yatim. Menag menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk tasyakkur karena menghubungkan rasa syukur dengan kepedulian kepada orang lain.
“Kegiatan santunan ini, adalah wujud tasyakkur kita semua. Syukur adalah mensyukuri nikmat Allah. Sedangkan Syakur adalah mensyukuri apapun yang datang dari Allah, baik nikmat maupun ujian,” kata Menag.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga mengutip firman Allah dalam QS. Ibrahim ayat 7:
“La in syakartum la aziidannakum wa la in kafartum inna adzabii la syadiid” — Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmatmu, dan jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
Menag mengajak agar momentum hari lahir dimanfaatkan untuk memperbanyak amal dan berbagi. Dengan demikian, peringatan usia sebuah lembaga tidak hanya diwujudkan dalam acara seremonial, tetapi juga melalui kegiatan yang memberi manfaat.
KPU Rutin Gelar Santunan Sejak 2022
Ketua KPU RI M. Afifuddin menyampaikan bahwa KPU berdiri sejak 7 November 1953. Pada 2026, usia KPU genap 73 tahun.
Di hadapan jajaran komisioner dan sekretariat KPU serta anak-anak yatim, Afifuddin mengatakan santunan anak yatim telah menjadi agenda rutin KPU. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari cara lembaga memperingati hari lahirnya.
“Sejak 2022, kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun di seluruh KPU se-Indonesia. Kami ingin memperingati hari lahir KPU dengan cara yang bermanfaat, bukan hanya seremonial,” kata Afifuddin.
Menurut Afifuddin, peringatan Hari Lahir KPU dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat rasa syukur dan kepedulian sosial lembaga penyelenggara pemilu terhadap masyarakat, khususnya anak yatim.
Ia berharap KPU dapat terus memberikan kontribusi terbaik melalui pelaksanaan tugas dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Semoga kita terus bisa berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tandas Afifuddin.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















