Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan GEOMIMO (Geoinformatics Multi Input Multi Output Indonesia) untuk memperkuat pemanfaatan data geospasial dalam berbagai sektor, termasuk prediksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemantauan pangan. Platform ini mengintegrasikan data satelit, pengukuran lapangan, drone, dan sumber informasi lainnya melalui pengolahan otomatis dan analisis spasial. Pengembangan GEOMIMO disampaikan dalam BRIN–Esri Geospatial Innovation & Research Collaboration Workshop di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kepala Pusat Riset Geoinformatika (PRGI) BRIN Rokhis Khomarudin mengatakan, GEOMIMO diarahkan untuk mengembangkan kemampuan pemantauan karhutla dari sekadar mengidentifikasi titik panas menjadi sistem yang dapat memperkirakan potensi kebakaran.
“Jika saat ini kita fokus pada monitoring titik panas, ke depan kita akan membangun sistem prediktif karhutla,” ujar Rokhis.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kemampuan prediksi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan yang disampaikan BRIN. Dengan demikian, GEOMIMO belum dinyatakan sebagai layanan prediksi karhutla operasional yang tersedia secara luas.
Integrasikan Data Satelit dan Pengukuran Lapangan
GEOMIMO dikembangkan sebagai platform utama untuk mendukung riset dan layanan geospasial melalui integrasi data multisumber. Data yang digunakan mencakup ALOS-2 PALSAR-2 dari Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Sentinel-1 dan Sentinel-2 dari European Space Agency (ESA), serta data dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Data satelit tersebut dilengkapi informasi lapangan berbasis internet of things (IoT), crowdsourcing, drone, serta data dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Seluruh sumber data disiapkan melalui sistem ready data berbasis open data cube dan spatio-temporal asset catalog. Sistem ini melakukan koreksi geometrik dan radiometrik secara otomatis untuk menghasilkan analysis ready data (ARD), yaitu data yang telah melalui pengolahan awal dan siap digunakan dalam analisis lanjutan.
“Sistem ini dirancang untuk melakukan koreksi geometrik dan radiometrik secara otomatis sehingga menghasilkan analysis ready data (ARD), yaitu data yang telah melalui pengolahan awal dan siap digunakan untuk analisis lebih lanjut,” terang Rokhis.
Data yang telah disiapkan kemudian diproses melalui BRIN Engine. Sistem tersebut dilengkapi pustaka modul dan algoritma spasial, serta memanfaatkan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dan machine learning.
Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung klasifikasi, mengekstraksi parameter biofisik bumi, dan mengembangkan model spasial. Dengan pendekatan ini, beragam data dapat diproses dalam satu alur kerja untuk menganalisis kondisi wilayah, perubahan tutupan lahan, dan fenomena lingkungan yang memerlukan pemantauan berkelanjutan.
GEOMIMO Pantau Pangan hingga Emisi
Dalam sektor ketahanan pangan, GEOMIMO diarahkan untuk memantau fase pertumbuhan tanaman, termasuk padi, serta kondisi pertanian. Informasi yang dihasilkan dapat mendukung pemantauan lahan dan penyediaan data untuk perencanaan pertanian.
Pada sektor lingkungan dan kebencanaan, platform ini dikembangkan untuk memantau titik panas karhutla, kekeringan, dan banjir, serta menilai dampak gempa bumi. Informasi geospasial tersebut dapat membantu pemangku kepentingan memahami kondisi wilayah terdampak dan menyusun langkah penanganan berdasarkan data.
GEOMIMO juga mendukung pengembangan pemantauan emisi gas rumah kaca, terutama metana dari lahan sawah dan karbon dioksida. Analisis dilakukan dengan menggabungkan data satelit dan hasil pengukuran lapangan.
Untuk kebutuhan keamanan dan pertahanan, data geospasial dalam platform tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau wilayah perbatasan, aktivitas maritim, kapal pada malam hari, dan kawasan pesisir.
Didukung Empat Kelompok Riset PRGI BRIN
Pengembangan GEOMIMO ditopang empat kelompok riset di PRGI BRIN, yaitu Geo-Data, Geo-Analysis, Geo-Information, serta Geo-Visualization and Geoinformatics Infrastructure.
Keempat kelompok tersebut menangani rangkaian pekerjaan mulai dari penyiapan dan pengolahan data, analisis dan pemodelan spasial, hingga penyajian informasi melalui platform web dan perangkat bergerak.
PRGI BRIN juga telah mengembangkan sistem pengolahan lebih dari sepuluh jenis data satelit, termasuk Sentinel, SPOT, Pleiades, ALOS-2, Gaofen, Landsat, dan MODIS. Pengolahan itu didukung komputasi berkinerja tinggi atau high-performance computing (HPC), serta teknologi Geo-AI dan machine learning dengan algoritma CNN, U-Net, Random Forest, dan LSTM.
Selain GEOMIMO, PRGI BRIN telah menghasilkan 36 produk inovasi unggulan berbasis penginderaan jauh dan AI. Produk tersebut lain SPECTRA+ untuk pemetaan cepat dampak bencana hidrometeorologi, MABAR-NRT untuk pemantauan mangrove, VALE untuk mengidentifikasi potensi lokasi embung, dan IP Padi SAR untuk mengidentifikasi indeks pertanaman padi menggunakan deret waktu data radar.
Produk-produk itu ditujukan bagi masyarakat, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, sektor swasta, serta perguruan tinggi. Akses dan integrasi informasi geospasial didukung layanan Web Map Service (WMS) dan Web Feature Service (WFS), yang dapat digunakan melalui perangkat lunak sumber terbuka seperti QGIS maupun platform komersial seperti ArcGIS.
Melalui GEOMIMO dan produk riset lainnya, BRIN berupaya memperkuat pemanfaatan data geospasial untuk kebutuhan lintas sektor. Tantangan pengembangannya ialah memastikan hasil pengolahan data dapat diterjemahkan menjadi informasi yang tepat waktu, mudah diakses, dan relevan bagi pengambil kebijakan, terutama dalam pencegahan bencana, pengelolaan pangan, dan perlindungan lingkungan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















