Seorang Pemuda Ditemukan Meninggal Didalam Kamarnya di Maguwoharjo, Petugas Pakai APD Lengkap untuk Pemeriksaan

  • Whatsapp
Terlihat petugas medis memakai APD memeriksa mayat pemuda yang ditemukan didalam kamarnya. (Foto: Istimewa)
Terlihat petugas medis memakai APD memeriksa mayat pemuda yang ditemukan didalam kamarnya. (Foto: Istimewa)

HeadLine.co.id (Yogyakarta) – Kosan Marselina 2 yang terletak di Kepanjen RT 05 RW 32 Maguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta mendadak geger. Hal ini disebabkan oleh ditemukannya sebuah mayat disebuah kamar yang diketahui belakangan korban berinisial IP (20) anak seorang pemilik kos Marselina 2 di sekitaran Maguwoharjo.

Dikabarkan IP meninggal dunia didalam sebuah kamar dengan posisi terlentang dan di telinga kanan-kiri masih memakai earphone handphone yang masih terpasang, Jumat (29/05) pagi.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Sempat Kabur karena Panik, Pasien Positif Corona di Probolinggo Akhirnya Menyerahkan Diri

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh keluarga yakni sang ayah yang hendak mengajak korban membersihkan kamar kos Mareselina 2. Saat itu ayah korban masuk kedalam rumah yang ditempati korban dengan maksud untuk meminta bantuan untuk membantunya.

Setelah masuk ayahnya memanggil korban tetapi tidak ada jawaban, kemudian, ia membangunkan korban didalam kamar namun setelah korban dipegang, kondisi badannya sudah dingin dan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa. Lalu ia menghubungi istrinya untuk segera datang ke kamar itu serta memberitahu bahwa anaknya atau korban telah meninggal dunia.

Baca juga: Update Corona di Indonesia, Jumat 29 Mei 2020: Menjadi 25.216 Kasus dan 6.492 Pasien Sembuh

Selanjutnya, keluarga korban menghubungi petugas untuk dilakukan pemeriksaan. Selang beberapa waktu sejumlah petugas mulai berdatangan mulai dari Puskesmas Depok I, Piket unit Polsek Depok Timur, Babinsa Maguwoharjo, Babinkamtibmas Maguwoharjo, Petugas dari Rs. JIH, Petugas PMI Kabupaten Sleman, Petugas Bunga Selasih serta Dokes Polres Sleman.

Sementara itu, pemeriksaan mayat korban dilakukan langsung oleh petugas Puskesmas Depok 1 yang dipimpin langsung oleh Ajun Junaidi. Hal ini untuk pemeriksaan visum luar yang hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan hanya terdapat luka lebam mayat di leher dan punggung dada.

Baca juga: Mahasiswa Balik Ke Sleman Harus Kantongi Surat Bebas Covid-19, Ini Penjelasannya?

Sedangkan itu, penanganan pemeriksaan visum luar dan evakuasi dilakukan sesuai protokol kesehatan dengan cara menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap untuk pencegahan penularan Covid-19. Hingga berita ini diturunkan, kepastian penyebab kematian korban belum dapat dipastikan.

Selanjutnya pihak keluarga akan langsung memakamkan mayat korban di Kampung Denokan Maguwoharjo, Depok, Sleman Yogyakarta.

Baca juga: PT KAI Siapkan Pedoman New Normal Untuk Angkutan Penumpang Dan Barang, Calon Penumpang KA Wajib Tahu?

Sebelumnya, korban pada hari Kamis (28/05) kemarin datang kerumah orang tuanya di Pomahan dan menyampaikan keluhan sakit di telinga kanan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *