Mahasiswa Balik Ke Sleman Harus Kantongi Surat Bebas Covid-19, Ini Penjelasannya?

  • Whatsapp
Ilustrasi Mahasiswa Masuk Sleman Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19
Ilustrasi Mahasiswa Masuk Sleman Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19. (ist)

Headline.co.id (Sleman, Yogyakarta) ~ Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahwa kebijakan mahasiswa baik lama maupun baru harus mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 dari daerah adal bertujuan untuk menekan munculnya klasterbaru di Kabupaten Sleman. Menurutnya kebijakan tersebut hanya melanjutkan kebijakan lainnya yang sudah diterapkan disejumlah daerah.

baca juga: Langgar Aturan Pembayaran THR, 336 Perusahaan Dilaporkan ke Kemnaker

Bacaan Lainnya

Bahkan, menurutnya, sejumlah sarana transportasi seperti pesawat terbang dan kereta api pun mensyaratkan calon penumpang bebas dari virus Covid-19.

Saat menggelar rapat koordinasi dengan para perguruan tinggi yang ada di Sleman, Kamis (28/5), Bupati Sleman menyampaikan bahwa pihaknya hanya mengikuti kebijakan tersebut. Syarat tersebut juga untuk meyakinkan masyarakat bahwa mahasiswa yang datang tersebut bebas Covid-19.

Sri Purnomo menambahkan bahwa persyaratan tersebut juga sebagai bentuk antisipasi munculnya klaster baru di Sleman. Menurutnya saat ini klaster besar di Sleman saat ini hanya dua yakni jemaah tabligh dan Indogrosir.

baca juga: Pemprov DIY ‘Godok’ SOP New Normal, Solusi Berdampingan Dengan Pandemi Covid-19

Diharapkan, dengan mewajibkan surat keterangan bebas Covid-19 bagi mahasiswa yang masuk ke Sleman bertujuan untuk meredam terjadinya lonjakan kasus baru Covid-19. Sementara, dalam beberapa waktu terakhir ini kasus positif di Kabupaten Sleman cenderung landai dan terkendali.

“Kami juga masih akan melakukan rapid test di pasar-pasar tradisional untuk meyakinkan tidak ada lagi kasus baru Covid-19. Dengan begitu, kehidupan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan new normal,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bappeda Sleman Kunto Riyadi menanggapi bahwa wajar jika Pemkab Sleman mengeluarkan kebijakan tersebut. Alasannya, mahasiswa yang masuk ke Sleman berasal dari berbagai daerah dengan beragam status.

baca juga: Virus Corona Dinilai Mulai Terkendali, Pemko Bukittinggi Akan Jalani Fase New Normal

Menurutnya, syarat yang diwajibkan hanya rapid test pertama dan kedua yang non reaktif dari daerah asal. Selain itu bagi mahasiswa yang datang di Sleman juga wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. “Mereka juga harus menjalankan protokol kesehatan selama di Sleman, wajib memakai masker dan menjaga jarak,” ungkapnya.

Menurut Kunto, Rapat koordinasi dengan para perguruan tinggi di Sleman ini bertujuan untuk mengetahui persiapan dari masing-masing perguruan tinggi menyambut kedatangan mahasiswa baik baru maupun yang lama. Apakah masih menggunakan sistem daring atau tidak. Kapan perkuliahan mulai digelar dan informasi lainnya.

baca juga: Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Pemerintah Siapkan Skenario New Normal

“Yang jelas, saat tiba di Sleman mereka pasti masuk ke kos-kosan. Agar tidak ditolak oleh masyarakat, maka dengan surat keterangan tersebut mereka bisa diterima,” Pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *