Headline.co.id, Bantul ~ Aksi kejar-kejaran mobil Toyota Innova dengan sejumlah warga terjadi di kawasan Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat (30/10/2026) malam. Peristiwa tersebut ternyata bermula dari kecelakaan maut di simpang empat Ketandan, Jalan Wonosari, Banguntapan, Bantul, sekitar pukul 19.30 WIB, yang mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia. Pengemudi Innova asal Gunungkidul diduga memicu kecelakaan setelah kendaraannya masuk ke jalur berlawanan saat hendak berbelok ke Ringroad Majapahit. Bukannya berhenti seusai tabrakan, pengemudi justru meninggalkan lokasi hingga dikejar warga dan akhirnya berhasil dihentikan di kawasan Gedongkuning.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, saat dikonfirmasi Headline.co.id membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil Toyota Innova bernomor polisi B-1845-WZ dan sepeda motor Honda Beat AB-4471-BX.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan pengendara sepeda motor bernama Nur Alfianto (24), warga Tamantirto, Kasihan, Bantul, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, pembonceng sepeda motor berinisial DAF (25), warga Baturetno, Banguntapan, Bantul, mengalami luka-luka.
Adapun pengemudi Toyota Innova diketahui berinisial H (41), seorang buruh harian lepas asal Pulutan, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Pengemudi mobil dilaporkan tidak mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.
Video Kejar-kejaran Innova di Kawasan JEC Jogja
Aksi pengejaran pengemudi Toyota Innova sempat terekam dalam video yang diterima Headline.co.id.
Dalam rekaman tersebut, terlihat aksi kejar-kejaran berlangsung di ruas jalan raya kawasan JEC, Yogyakarta. Pengemudi mobil juga terlihat sempat melakukan putar balik ketika kendaraan tersebut dikejar.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan Iptu Rita, pengemudi Toyota Innova melarikan diri bersama kendaraannya setelah terlibat tabrakan dengan sepeda motor Honda Beat di simpang empat Ketandan.
Pengemudi awalnya bergerak ke arah utara menuju kawasan Blok O. Setelah itu, kendaraan melaju ke arah barat hingga mencapai lokasi putar balik di kawasan JEC.
Dari lokasi tersebut, pengemudi kembali memacu kendaraan menuju arah timur hingga melewati kawasan depan Perpustakaan Daerah (Perpusda).
Namun, pengemudi kembali melakukan putar balik dan mengarahkan mobil ke barat.
Pelarian tersebut akhirnya terhenti setelah sejumlah warga yang melakukan pengejaran berhasil menyusul dan menghentikan pengemudi di sebelah timur Pos Polisi Gedongkuning.
Dalam keterangan kronologi yang disampaikan kepada Headline.co.id, Iptu Rita menyebut pengemudi mobil “kemudian dikejar dan tertangkap oleh warga yang mengejar di timur pos polisi Gedongkuning.”
Kronologi Kecelakaan Maut yang Memicu Pengejaran
Sebelum aksi kejar-kejaran terjadi, mobil Toyota Innova diketahui melaju di Jalan Wonosari dari arah timur menuju barat.
Setibanya di sebelah timur lampu lalu lintas simpang empat Ketandan, Banguntapan, pengemudi bermaksud berbelok ke kanan atau ke arah utara menuju Jalan Ringroad Majapahit.
Namun, ketika melakukan manuver tersebut, mobil berbelok terlalu melebar ke kanan hingga melewati marka tengah jalan dan masuk ke jalur berlawanan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Nur Alfianto dengan memboncengkan DAF.
Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, pengendara Honda Beat tidak dapat menghindari benturan.
Dalam kronologi yang disampaikan Iptu Rita disebutkan bahwa pengendara Honda Beat “tidak mampu menghindar”, sehingga tabrakan antara kedua kendaraan tidak dapat dicegah.
Benturan tersebut mengakibatkan Nur Alfianto meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, DAF yang merupakan seorang mahasiswa mengalami luka lecet pada kaki kanan serta luka robek terbuka di bagian belakang kepala.
Berdasarkan data kepolisian, Nur Alfianto diketahui berdomisili di Baturetno, Banguntapan, Bantul. Korban bekerja sebagai buruh harian lepas.
Baik pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil diketahui sering melintasi ruas jalan tempat kecelakaan tersebut terjadi.
Innova dan Honda Beat Ringsek, Kerugian Ditaksir Rp1 Juta
Selain mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu orang luka-luka, kecelakaan tersebut juga menimbulkan kerusakan pada kedua kendaraan yang terlibat.
Mobil Toyota Innova B-1845-WZ mengalami kerusakan pada bagian sudut kanan bodi depan hingga ringsek.
Sementara itu, sepeda motor Honda Beat AB-4471-BX juga mengalami kerusakan berupa ringsek pada bagian bodi depan akibat benturan.
Berdasarkan data yang disampaikan Polres Bantul, total kerugian materi akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp1 juta.
Keterangan kepolisian menunjukkan bahwa kecelakaan bermula saat mobil Innova yang hendak berbelok ke kanan melewati marka tengah jalan hingga masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan.
Setelah tabrakan terjadi, pengemudi meninggalkan lokasi menggunakan mobilnya sebelum akhirnya berhasil dihentikan warga di kawasan Gedongkuning.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai penetapan tersangka maupun proses hukum terhadap pengemudi Toyota Innova yang terlibat dalam kecelakaan maut tersebut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















