Headline.co.id, Bireuen ~ Fasilitas perebusan garam yang diserahkan kepada masyarakat Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, diharapkan meningkatkan produktivitas petambak dan perekonomian warga pesisir. Bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pemerintah pusat itu diserahkan di Desa Matang Bangka, Selasa (4/11/2026). Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan fasilitas tersebut dapat membantu pelaku usaha garam tradisional mengoptimalkan proses produksi. Dukungan itu diberikan sebagai bagian dari rangkaian bakti kelautan untuk memperingati HUT ke-27 KKP.
Penyerahan fasilitas perebusan garam menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat pesisir, khususnya pelaku usaha garam tradisional di Kabupaten Bireuen. Pemerintah daerah berharap keberadaan fasilitas itu dapat memberikan nilai tambah bagi usaha garam rakyat.
Fasilitas Perebusan Garam untuk Petambak
Mukhlis menyampaikan apresiasi kepada KKP dan pemerintah pusat atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Desa Matang Bangka. Menurut dia, fasilitas dapur perebusan garam berpeluang mendukung peningkatan ekonomi warga yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Alhamdulillah, dengan meningkatnya bantuan dari Kementerian Kelautan, dan juga terima kasih kepada Bapak Presiden dengan hadirnya dapur, apa namanya, dapur pengurusan garam seperti ini, mudah-mudahan akan meningkatkan ekonomi masyarakat kita yang ada di pesisir,” ujarnya.
Bantuan tersebut diharapkan membantu petambak mengoptimalkan proses produksi garam. Dengan fasilitas perebusan, kualitas dan kuantitas garam rakyat diharapkan meningkat sehingga usaha masyarakat memperoleh nilai tambah.
Peningkatan produktivitas juga diharapkan berdampak pada pendapatan petambak. Selain itu, pengembangan usaha garam rakyat dinilai dapat memperkuat perekonomian masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.
Bagian dari Rangkaian Bakti Kelautan
Penyerahan fasilitas perebusan garam tersebut berlangsung dalam rangkaian bakti kelautan memperingati HUT ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kegiatan dipusatkan di Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen.
Melalui bantuan itu, pemerintah memberikan dukungan kepada masyarakat yang menjalankan usaha garam tradisional. Fasilitas yang tersedia diharapkan dapat mendukung proses pengolahan garam sehingga produksi warga dapat berkembang.
Mukhlis menilai dukungan dari KKP dan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan masyarakat pesisir. Namun, dalam bahan kegiatan tersebut tidak disebutkan jumlah fasilitas maupun penerima bantuan secara rinci.
Bahas Sinergi Pemerintah Daerah dan KKP
Setelah penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan audiensi dan silaturahmi bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Miftahul Huda. Pertemuan itu berlangsung di Pendopo Bupati Bireuen.
Audiensi membahas peluang sinergi Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mengembangkan potensi sektor kelautan dan perikanan di daerah tersebut.
Kerja sama lintas pemerintahan itu diharapkan memperkuat dukungan terhadap pengembangan usaha garam rakyat. Dengan dukungan fasilitas dan penguatan sinergi, usaha garam masyarakat diharapkan semakin produktif serta mampu meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





![[Siaran Pers] Raih Penghargaan Pelindungan Anak dari APSIPOL, Meutya Hafid: PP TUNAS Lindungi Masa Depan 70 Juta Anak](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/11/siaran-pers-raih-penghargaan-pelindungan-anak-dari-apsipol-meutya-hafid-pp-tunas-lindungi-masa-depan-70-juta-a.jpg)












