Headline.co.id ~ Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumpulkan 6 ton sampah dalam aksi Laut Sehat Bebas Sampah (LAUT SEBASAH) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Jakarta, Jumat (30/10/2026) pagi. Aksi yang melibatkan ratusan peserta tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan dalam rangka HUT KKP ke-27. Sampah dikumpulkan, dipilah, ditimbang, didata, dan diangkut untuk dikelola lebih lanjut. Kegiatan ini digelar untuk mendorong kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga laut dari pencemaran sampah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam aksi bersih sampah di kawasan PPS Nizam Zachman. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan salah satu aksi nyata untuk mengurai persoalan polusi sampah di laut.
“Masalah polusi sampah di laut harus terus kita urai karena ini kaitannya dengan masa depan kehidupan kita. Salah satunya melalui aksi nyata bersih-bersih sampah ini,” ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Aksi 6 Ton Sampah di PPS Nizam Zachman
Dalam aksi tersebut, para peserta tidak hanya mengumpulkan sampah. Proses penanganan dilakukan secara bertahap melalui pemilahan, penimbangan, pendataan, hingga pengangkutan sampah agar dapat dikelola lebih lanjut.
PPS Nizam Zachman menjadi lokasi penting karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan nasional. Dengan aktivitas tersebut, kebersihan dan pengelolaan sampah di kawasan pelabuhan dinilai perlu menjadi tanggung jawab bersama.
Pembersihan sampah, menurut informasi dalam kegiatan itu, perlu disertai langkah pencegahan agar sampah baru tidak kembali mencemari laut. Karena itu, pengelolaan sampah tidak berhenti pada pengumpulan sampah yang telah ada, tetapi juga mencakup upaya mencegah timbulnya pencemaran berikutnya.
Sebelum aksi di PPS Nizam Zachman, KKP juga menggelar kegiatan serupa di sekitar KNMP Poncosari, Bantul. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan.
Menteri Trenggono menyampaikan bahwa aksi serupa akan terus digencarkan KKP di wilayah lain Indonesia. Kegiatan itu diharapkan menjadi ajakan bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga laut tetap sehat.
KKP Serahkan Mesin Pirolisis
Selain mengumpulkan 6 ton sampah, KKP menyerahkan satu unit mesin pirolisis kepada kelompok penggiat sampah binaan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah di kawasan pesisir.
Mesin pirolisis itu diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah. Bantuan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penerapan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang atau 3R.
Penyerahan peralatan pengolahan sampah itu melengkapi kegiatan bersih-bersih di PPS Nizam Zachman. Upaya tersebut menggabungkan penanganan sampah yang sudah berada di kawasan pelabuhan dengan penguatan kapasitas pengelolaan sampah oleh kelompok masyarakat.
Ajakan Menjaga Laut dari Darat
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano mengatakan, menjaga laut bukan hanya persoalan kebersihan lingkungan. Menurut dia, upaya tersebut berkaitan dengan jati diri dan masa depan Indonesia sebagai bangsa bahari.
Irwan menyebut kekayaan laut Indonesia harus diimbangi dengan kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk menjaganya. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan LAUT SEBASAH sebagai gerakan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan bersih-bersih yang dilakukan pada waktu tertentu.
“Laut yang sehat dimulai dari perilaku kita di darat. Jangan membuang sampah ke sungai, jangan meninggalkan sampah di pantai, dan jangan menjadikan laut sebagai tempat pembuangan. Menjaga laut harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan setiap hari,” tegasnya.
Melalui program LAUT SEBASAH, KKP mendorong pengendalian sampah dari empat kawasan sumber, yakni sungai, pesisir, pulau-pulau kecil, serta pelabuhan dan aktivitas di laut. Pendekatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak dan penerapan prinsip ekonomi sirkular.
Program itu mengedepankan pencegahan serta pengelolaan sampah secara bertanggung jawab. Dengan demikian, aksi pengumpulan 6 ton sampah di PPS Nizam Zachman ditempatkan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengendalikan sampah dari sumbernya dan menjaga kesehatan laut.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















