Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengawal ekosistem ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Ajakan tersebut disampaikan dalam National Leadership Camp ICMI 2026 di Jakarta, pekan lalu, sebagai bagian dari upaya mewujudkan amanat kedaulatan pangan. Ferry menilai koperasi dapat menjadi sarana membangun kemandirian finansial umat sekaligus memutus rantai pasok distribusi yang membebani masyarakat.
Menurut Ferry, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai instrumen bisnis, tetapi juga menjadi perwujudan semangat ta’awun atau sikap saling menolong. Nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai bagian penting dalam kehidupan perekonomian nasional.
“Saya mengajak ICMI berkontribusi secara nyata di mana semangat ta’awun bukan sekadar teori, melainkan kerja nyata membangun kesejahteraan bersama dan koperasi adalah jalannya,” tegas Ferry, seperti dikutip (03/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Koperasi Diproyeksikan Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan
Ferry memproyeksikan koperasi sebagai fondasi untuk membangun kemandirian finansial umat. Melalui wadah tersebut, semangat tolong-menolong diharapkan dapat diwujudkan dalam kerja nyata yang berdampak pada kesejahteraan bersama.
Koperasi juga dipandang memiliki peran dalam memperbaiki rantai pasok distribusi yang selama ini dinilai membebani masyarakat. Dengan demikian, koperasi tidak ditempatkan semata-mata sebagai lembaga usaha, melainkan sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan ICMI dinilai penting untuk memperkuat pengawalan terhadap ekosistem koperasi. Kalangan cendekiawan diharapkan dapat mengambil bagian dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pelaku usaha mikro, terutama dalam memperluas akses pasar.
Keterlibatan intelektual juga disebut krusial karena dapat menjembatani inovasi pengetahuan dengan pengembangan usaha di tingkat masyarakat. Peran tersebut diharapkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi diterapkan untuk mendukung kemandirian ekonomi warga.
ICMI Didorong Dukung Kemandirian Warga
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Syahganda Nainggolan turut mendorong generasi muda dan kalangan cendekiawan mengerahkan ilmu pengetahuan untuk mengadvokasi kemandirian warga.
Menurut Syahganda, kolaborasi pengetahuan dan jejaring kaum intelektual perlu diarahkan untuk mengangkat derajat ekonomi rakyat di akar rumput. Kolaborasi tersebut, kata dia, tidak seharusnya hanya berorientasi pada kepentingan individu.
Syahganda menilai pengelolaan koperasi menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan tersebut. Koperasi yang tumbuh dan dikelola dengan baik dinilai dapat memperkuat posisi ekonomi Indonesia sekaligus mendorong terwujudnya keadilan.
“Jika koperasi benar-benar tumbuh dan dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya akan berdiri tegak secara ekonomi, melainkan juga mewujudkan keadilan yang menjadi cita-cita bangsa sejak awal kemerdekaan,” ucap Syahganda.
Pernyataan itu menegaskan pentingnya pengelolaan koperasi secara baik agar perannya sebagai wadah ekonomi kerakyatan dapat berjalan sesuai tujuan. Selain menopang aktivitas ekonomi, koperasi diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jadi Fokus Pemerintah
Pemerintah kini memfokuskan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai ujung tombak implementasi cita-cita pemerataan ekonomi. Program tersebut ditempatkan dalam kerangka penguatan koperasi sebagai pilar kemandirian dan ekonomi kerakyatan.
Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari arah pemerintah untuk menghadirkan wadah ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Melalui fokus tersebut, koperasi diharapkan dapat mendukung upaya pemerataan ekonomi sebagaimana disampaikan dalam forum National Leadership Camp ICMI 2026.
Keterlibatan ICMI, generasi muda, dan cendekiawan diharapkan memperkuat proses tersebut melalui kontribusi pengetahuan, jejaring, serta dukungan terhadap pelaku usaha mikro. Pemerintah menempatkan koperasi sebagai jalur untuk menerjemahkan semangat ta’awun dan amanat ekonomi kerakyatan ke dalam kerja nyata. (Humas Kementerian Koperasi)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















