Headline.co.id, Jakarta ~ Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mendorong penelusuran aset kejahatan digital dan pengungkapan jaringan pelaku, bukan hanya penangkapan orang di lapangan. Hal itu disampaikan saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70 di Lemhannas RI, Senin (2/11/2026). Menurut Suyudi, langkah tersebut diperlukan karena kejahatan digital dan tindak pidana lintas negara memanfaatkan teknologi serta aliran dana yang semakin kompleks. Ia menilai pemutusan aliran dana penting dilakukan agar jaringan kejahatan tidak terus berkembang dan kerugian masyarakat dapat dipulihkan.
Suyudi mengatakan, penanganan kejahatan tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku. Aparat penegak hukum juga perlu mengungkap jaringan, menelusuri aliran dana, serta memulihkan kerugian yang dialami korban.
“Penanganan kejahatan yang tidak hanya berfokus pada pelaku di lapangan, tapi juga yang lebih penting adalah pengungkapan jaringan, penelusuran aliran dana, dan pemulihan kerugian kepada masyarakat korban,” kata Suyudi melalui keterangan resminya, Senin (2/11/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Modus Kejahatan Memanfaatkan Teknologi
Dalam paparannya, Suyudi mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat pola kejahatan semakin kompleks dan melibatkan jaringan yang melampaui batas negara. Dana hasil penipuan daring, misalnya, dapat dialirkan melalui berbagai rekening, dikonversi menjadi aset digital, atau dipindahkan ke luar negeri untuk menyamarkan asal-usulnya.
Ia juga menyoroti tindak pidana perdagangan orang yang dapat bermula dari tawaran pekerjaan palsu. Korban kemudian dipaksa terlibat dalam penipuan daring, perjudian online, hingga tindak pidana narkotika.
Selain itu, penipuan kini memanfaatkan berbagai teknologi, seperti phishing, malware, ransomware, manipulasi deepfake, dan kecerdasan artifisial. Karena itu, Suyudi menilai aparat penegak hukum perlu terus menyesuaikan kemampuan agar tidak tertinggal dari pelaku kejahatan.
Dalam paparannya, Kapolri merujuk survei Global Anti-Scam Alliance tahun 2025. Survei tersebut mencatat 66 persen responden dewasa di Indonesia pernah menjumpai upaya penipuan.
Suyudi juga menyampaikan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai kerugian penipuan transaksi keuangan yang dilaporkan melalui Indonesia Anti-Scam Center. Total kerugian yang tercatat mencapai Rp9,1 triliun.
Penelusuran Aset Kejahatan Digital
Menurut Suyudi, penangkapan pelaku tanpa penelusuran aset berisiko membuat jaringan kejahatan tetap berjalan. Aset dan aliran dana hasil kejahatan perlu dilacak untuk memutus kemampuan pelaku dalam mengembangkan jaringan.
“Jangan kita cuma sekadar menangkap, tapi tidak kita tracing asetnya. Karena kalau kita tidak miskinkan, dia akan terus bekerja terus, dia mengembangkan jaringannya,” ujar Suyudi.
Ia menilai penanganan kejahatan digital membutuhkan kerja sama Polri, OJK, perbankan, penyedia layanan telekomunikasi, platform digital, serta kementerian dan lembaga terkait.
Untuk menangani tindak pidana perdagangan orang, koordinasi juga diperlukan dengan instansi di bidang ketenagakerjaan, imigrasi, dan pelayanan sosial. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena modus kejahatan dapat melibatkan berbagai pihak dan berlangsung melampaui batas wilayah.
Kerja sama internasional turut dibutuhkan untuk memperkuat pertukaran informasi, koordinasi penyidikan, bantuan hukum timbal balik, serta pelacakan aset hasil kejahatan.
Literasi Digital dan Kolaborasi Lintas Negara
Selain penindakan dan penelusuran aset, Suyudi menekankan pentingnya pencegahan melalui edukasi serta literasi digital. Masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk mengenali modus kejahatan, melindungi data pribadi, dan menggunakan saluran pengaduan resmi.
Kapolri berharap peserta P4N Angkatan 70 mampu berpikir strategis dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks.
Menurut Suyudi, Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan nasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















