Headline.co.id ~ Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyoroti lima tantangan utama yang dihadapi pemuda di berbagai negara, yakni kesempatan kerja, kualitas pendidikan, kesehatan mental, kualitas informasi, dan hubungan sosial. Menurut Erick, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi isu global yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Hal itu disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam kegiatan Beyond Professional Youth Con (BPYC) di Chillax, Jakarta. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana siaran pers yang diterima pada Senin (2/11/2026).
Erick mengatakan, lima persoalan tersebut perlu ditangani secara menyeluruh agar kebijakan dan program kepemudaan tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia menilai keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pemuda diperlukan untuk menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda.
“Tentu ini jangan dilihat sepotong-potong. Oh, ini hanya di Indonesia saja yang sedang dalam situasi susah mencari pekerjaan, tidak, ini terjadi di dunia, karena lima ini terjadi, ini tantangan kita bersama,” ujar Erick.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Lima tantangan pemuda membutuhkan pendekatan terpadu
Menurut Erick, kesempatan kerja, pendidikan, kesehatan mental, informasi, dan hubungan sosial merupakan persoalan yang saling berkaitan. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan yang tidak terpisah satu bidang dan bidang lainnya.
Ia menegaskan, kompleksitas persoalan kepemudaan menuntut kerja sama berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah tidak dapat menangani seluruh tantangan tersebut secara sendiri, sehingga dunia usaha, komunitas, dan pemuda perlu dilibatkan dalam prosesnya.
Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program yang disusun dapat menjawab kebutuhan generasi muda secara lebih terpadu. Pelibatan pemuda juga dinilai penting karena mereka memiliki perspektif langsung mengenai persoalan yang dihadapi.
Olahraga dinilai membuka peluang bagi generasi muda
Selain membahas pendidikan dan ketenagakerjaan, Erick menyoroti pengembangan sektor olahraga sebagai salah satu peluang bagi pemuda. Ia menyebut industri olahraga atau sport industry dan pariwisata olahraga atau sport tourism berpotensi mendorong kegiatan ekonomi sekaligus membangun karakter bangsa.
Menurut Erick, olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi. Pengembangan olahraga juga dapat menjadi sarana untuk membentuk generasi muda yang disiplin dan tangguh.
Karena itu, ekosistem olahraga perlu dibangun dengan melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang bagi pemuda sekaligus memperkuat hubungan olahraga, pembangunan karakter, dan kegiatan ekonomi.
Kerja sama lintas kementerian
Dalam upaya memperluas peluang bagi generasi muda, Kementerian Pemuda dan Olahraga membuka ruang kerja sama dengan kementerian lain. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam program pembangunan bidang ketenagakerjaan, kepemudaan, dan keolahragaan.
Kerja sama tersebut disampaikan dalam Indonesia Youth Summit. Erick menyebut sinergi antarkementerian diperlukan untuk menghubungkan berbagai program yang berkaitan dengan pemuda dan ketenagakerjaan.
“Kita harus bersinergi dengan kementerian lain, contoh kita baru saja dengan Kementerian Ketenagakerjaan kerja sama (program pembangunan bidang ketenagakerjaan, kepemudaan, dan keolahragaan) di Indonesia Youth Summit,” jelas Erick.
Ia mengatakan, sinergi antarkementerian perlu diikuti dengan pelibatan pemuda sebagai salah satu pemangku kepentingan. Perspektif generasi muda dibutuhkan agar program pemerintah dapat disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan yang mereka hadapi.
“Ya ini akan saya coba terus disinergikan, membuka jalan, dan saya juga perlu perspektif kalian,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, program kepemudaan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan olahraga diharapkan dapat saling terhubung. Upaya itu menjadi bagian dari langkah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















