Headline.co.id ~ Persebaya U-18 menelan kekalahan perdana di Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 setelah takluk 0-1 dari Deltras U-18 di Lapangan A Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/11). Kekalahan tersebut mengakhiri catatan tujuh kemenangan beruntun Green Force Muda di Grup C. Persebaya U-18 harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-27 setelah Arka Bryprasetyo menerima kartu kuning kedua. Deltras memanfaatkan situasi itu melalui penalti pada menit ke-39 yang menjadi penentu kemenangan.
Persebaya U-18 Kehilangan Pemain pada Menit ke-27
Persebaya U-18 mengawali pertandingan dengan permainan agresif. Tim asuhan Fani Setyo berusaha mengendalikan jalannya laga melalui sejumlah serangan ke pertahanan Deltras U-18.
Beberapa peluang dan ancaman berhasil dibangun Persebaya. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan gol hingga pertandingan memasuki pertengahan babak pertama.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Situasi berubah pada menit ke-27. Arka Bryprasetyo harus meninggalkan lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap pemain lawan.
Kartu merah tersebut membuat Persebaya harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Kondisi itu memaksa Green Force Muda bekerja lebih keras untuk mempertahankan keseimbangan permainan.
Deltras Menang Lewat Penalti
Deltras memperoleh kesempatan melalui titik putih pada menit ke-39. Eksekusi penalti berhasil menaklukkan kiper Persebaya, Ibra Kurnia.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan. Persebaya tidak mampu mencetak gol balasan hingga laga berakhir dan harus menerima kekalahan dengan skor 0-1.
Hasil itu sekaligus menghentikan laju sempurna Persebaya U-18 di EPA One 2026/2027. Sebelum menghadapi Deltras, Persebaya telah melewati tujuh pertandingan dengan kemenangan.
Fani Setyo Apresiasi Perjuangan Pemain
Pelatih Persebaya U-18, Fani Setyo, mengakui pertandingan berjalan sulit setelah timnya kehilangan satu pemain. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang berusaha bertahan dan menunjukkan kemampuan terbaik hingga peluit akhir.
“Situasinya memang tidak mudah ketika kami harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-27. Pemain harus mengubah pendekatan dan bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan tim. Saya tetap mengapresiasi usaha mereka karena sudah berjuang maksimal dalam kondisi yang tidak ideal,” ucap Coach Fani.
Fani tidak ingin para pemain terlalu lama larut dalam kekecewaan setelah kekalahan tersebut. Ia meminta tim segera melakukan evaluasi dan mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
Menurut Fani, kekalahan dari Deltras harus menjadi bahan perbaikan dalam sesi latihan. Ia menegaskan perjalanan Persebaya U-18 di kompetisi tersebut masih berlanjut.
“Kami tidak perlu terlalu lama memikirkan kekalahan ini. Tentu ada kekecewaan, tetapi kompetisi masih berjalan dan perjalanan kami belum selesai. Kami akan mengevaluasi apa yang kurang, memperbaikinya saat latihan, lalu kembali fokus untuk pertandingan berikutnya,” tandasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















