Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyiapkan pemeriksaan kelaiklautan 2.140 kapal untuk mendukung keselamatan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Pemeriksaan kelaiklautan kapal tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1–30 November 2026 di berbagai lokasi sebelum armada beroperasi melayani masyarakat selama libur akhir tahun.
Pemeriksaan dilakukan terhadap kapal penumpang, kapal Ro-Ro, kapal tradisional, kapal wisata, serta kapal cepat untuk memastikan pemenuhan persyaratan keselamatan pelayaran. Langkah ini juga disiapkan bersamaan dengan penguatan pelayanan terminal, penerapan tiket elektronik, dan kajian rute alternatif untuk mengantisipasi kepadatan penyeberangan Jawa–Bali.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Samsuddin mengatakan keselamatan pelayaran menjadi prioritas dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru 2026/2027.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Melalui uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal, kami memastikan aspek keselamatan kapal, pengawakan, pemuatan, serta perlengkapan keselamatan menjadi perhatian utama sebelum kapal beroperasi,” ujar Samsuddin dalam keterangan resminya yang diterima pada Sabtu (31/10/2026).
Ribuan Kapal Masuk Sasaran Pemeriksaan
Berdasarkan data Rencana Operasi per 30 Oktober 2026, sasaran pemeriksaan terdiri atas 511 kapal penumpang, 63 kapal Ro-Ro jarak jauh, 460 kapal Ro-Ro penyeberangan, 162 kapal tradisional, 821 kapal wisata, dan 123 kapal cepat atau High Speed Craft (HSC).
Pemeriksaan kelaiklautan kapal ditujukan untuk memastikan armada memenuhi ketentuan keselamatan dan dapat mengangkut penumpang sesuai kapasitas yang diizinkan. Petugas akan memeriksa kondisi teknis kapal, pengawakan, pemuatan, serta kelengkapan peralatan keselamatan.
Aspek pemeriksaan juga mencakup keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, garis muat dan pemuatan, kesejahteraan awak kapal, kesehatan penumpang, status hukum kapal, serta penerapan manajemen keselamatan dan keamanan kapal.
Kesiapan alat keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, dan pengendalian kapasitas penumpang turut menjadi perhatian. Petugas juga akan memastikan kemampuan kapal menghadapi kondisi cuaca buruk.
Khusus kapal wisata, pemeriksaan direncanakan dilakukan secara langsung sebelum kapal beroperasi. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari persyaratan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dengan kapasitas penumpang disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
Pelayanan Terminal dan Tiket Elektronik Disiapkan
Selain pemeriksaan kelaiklautan kapal, Ditjen Perhubungan Laut menyiapkan peningkatan pelayanan di terminal penumpang pelabuhan. Kesiapan fasilitas menjadi perhatian agar masyarakat memperoleh layanan yang aman, nyaman, dan mudah diakses selama periode Nataru.
Fasilitas yang diperhatikan meliputi area pembelian tiket dan check-in, pusat informasi dan pengaduan, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, toilet termasuk toilet difabel, ruang menyusui, serta fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah juga menyiapkan penerapan tiket elektronik atau e-ticketing pada kapal penumpang. Sistem tersebut diharapkan dapat menertibkan proses pemeriksaan tiket sekaligus mengendalikan alur penumpang di pelabuhan.
Dari sisi operasional, kesiapan armada dan prasarana penyeberangan turut dikaji, terutama pada lintasan yang berpotensi mengalami peningkatan kepadatan selama libur akhir tahun.
Alternatif Penyeberangan Jawa–Bali Dikaji
Lintasan Jawa–Bali, khususnya penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, menjadi salah satu perhatian karena berpotensi mengalami kepadatan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Ditjen Perhubungan Laut mengkaji sejumlah alternatif rute penyeberangan.
Opsi yang dibahas meliputi Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, serta Jangkar–Padang Bai. Namun, penerapan rute alternatif tersebut masih perlu mempertimbangkan kesiapan dermaga, kapal, dukungan operasional, serta hasil koordinasi dan penetapan lebih lanjut.
Persiapan Angkutan Laut Nataru 2026/2027 juga mencakup optimalisasi armada dan trayek, program stimulus diskon tarif, serta rencana penyediaan tiket gratis.
Melalui rangkaian persiapan tersebut, Ditjen Perhubungan Laut berupaya memastikan perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru berlangsung aman, tertib, dan lancar. Pemeriksaan kelaiklautan kapal menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko kecelakaan serta memastikan keselamatan penumpang dan awak kapal.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















