Headline.co.id, Sidoarjo ~ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyiapkan penyempurnaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk memperkuat kepastian investasi di daerah tersebut. Langkah ini disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi setelah menerima penghargaan Terbaik Kedua Kategori Daya Tarik Investasi dalam JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026 di Legacy Ballroom, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Jumat (30/10/2026). Penyempurnaan RDTR dilakukan karena Sidoarjo memiliki perkembangan kawasan industri dan perumahan yang menjadi potensi investasi. Selain penataan tata ruang, Pemkab Sidoarjo juga mengembangkan pelayanan perizinan berbasis digital agar proses bagi pelaku usaha lebih mudah, cepat, dan transparan.
Penghargaan tersebut menjadi momentum bagi Pemkab Sidoarjo untuk memperkuat sejumlah aspek yang berkaitan dengan kepastian usaha. Subandi mengatakan, perkembangan kawasan industri dan perumahan perlu diiringi pelayanan pemerintah yang dapat memberikan kepastian bagi investor.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendapatkan penghargaan di kategori Daya Tarik Investasi. Sidoarjo merupakan kota industri dan juga daerah perumahan yang terus berkembang. Karena itu, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, terutama dalam memberikan kepastian hukum bagi investasi yang masuk ke Sidoarjo,” ujar Subandi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
RDTR menjadi langkah penguatan kepastian investasi
Subandi menyampaikan, Pemkab Sidoarjo masih menyelesaikan sejumlah persoalan tata ruang dan pemanfaatan lahan. Persoalan tersebut lain berkaitan dengan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), Lahan Baku Sawah (LBS), serta sejumlah regulasi lainnya.
Menurut dia, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait. Pemkab Sidoarjo telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta pihak terkait lainnya.
“Memang masih ada beberapa persoalan besar yang harus diselesaikan, terutama terkait lahan LSD, LBS, dan sejumlah regulasi lainnya. Namun, kami sudah melakukan koordinasi intensif dengan ATR/BPN dan pihak terkait,” ungkapnya.
Selain menyelesaikan persoalan tata ruang dan pemanfaatan lahan, Pemkab Sidoarjo menyiapkan penyelesaian aturan turunan dan penyempurnaan RDTR. Subandi menyebut regulasi yang menjadi kebutuhan investasi telah selesai, sedangkan tahapan berikutnya adalah menuntaskan aturan turunan dan menyempurnakan RDTR.
“Alhamdulillah, regulasi yang menjadi kebutuhan investasi sudah selesai. Selanjutnya tinggal penyelesaian aturan turunannya dan penyempurnaan RDTR. Dengan selesainya RDTR, kepastian hukum bagi investor akan semakin kuat sehingga iklim investasi di Sidoarjo menjadi lebih kompetitif,” imbuhnya.
Penyempurnaan RDTR dinilai penting karena berkaitan dengan kepastian hukum dalam investasi. Bagi Pemkab Sidoarjo, selesainya dokumen tersebut akan memperkuat dasar tata ruang sekaligus mendukung iklim investasi yang lebih kompetitif.
Perizinan didorong berbasis digital
Upaya memperkuat daya tarik investasi tidak hanya dilakukan melalui penataan regulasi dan tata ruang. Pemkab Sidoarjo juga mendorong digitalisasi pelayanan perizinan untuk memberikan akses yang lebih mudah kepada pelaku usaha dan investor.
Subandi berharap layanan berbasis digital dapat mengurangi kebutuhan pertemuan tatap muka. Digitalisasi juga diharapkan membuat proses pengurusan perizinan berjalan lebih cepat dan transparan.
“Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pelaku usaha dan investor melalui pelayanan yang mudah, cepat, dan transparan berbasis digital,” tegasnya.
Dengan demikian, penguatan investasi di Sidoarjo diarahkan melalui dua langkah utama, yakni penyelesaian regulasi dan penyempurnaan RDTR serta pengembangan pelayanan perizinan digital. Pemkab Sidoarjo menyatakan kedua langkah tersebut diperlukan untuk memberikan kepastian hukum dan kemudahan pelayanan bagi investasi yang masuk ke daerah itu.
(Mar/Mas)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















