Polisi Temukan 2000 Video Siskaeee yang Dibuat Sejak 2017

Polisi temukan Barang bukti yang digunakan oleh pelaku
Polisi temukan Barang bukti yang digunakan oleh pelaku

Polisi Temukan 2000 Video Siskaeee yang Dibuat Sejak 2017 ~ Headline.co.id (Yogyakarta). Polisi akhirnya menangkap dan menetapkan FCN (23) alias Siskaee seorang mahasiswa atas video pornografi ekshibisionisme pamer payudara kemaluan di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulon Progo.

Baca juga: Lebih dari 900 Personel Gabungan Lakukan Operasi Penanganan Darurat Paska Erupsi Semeru

Read More

“Motif tersangka melakukan hal tersebut adalah untuk memenuhi kepuasan seksual dan juga untuk mendapatkan penghasilan,” ujar Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (7/12/2021).

Yulianto menyebutkan bahwa kasus ini berawal dari konten yang di unggah di Twitter pada tanggal 30 November 2021. Lokasi yang digunakan dalam video tersebut adalah di lokasi parkiran mobil arah ke lantai 2 bandara YIA.
Siskaee sengaja menuju ke bandara seorang diri dengan menggunakan sebuah mobil kejadian tersebut di buat oleh tersangka pada tanggal 18 Juli 2021 dan di unggah oleh tersangka di akun media social Twitter di *******siskaeee_ofc milik pribadi tersangka.

Baca juga: Banjir Rob Melanda Sejumlah Kelurahan di Wilayah Kota Medan

”Bahwa tersangka mengambil video dilakukan sendiri, mengunakan handphone tersangka”, ungkap Yulianto.

Yulianto menambahkan bahwa Siskaeee sudah melakukan kegiatan tersebut dan memposting foto / video pornografi sejak tahun 2017 sampai pada saat ini.

“Ada 7 (tujuh) situs yang digunakan pelaku untuk memposting setiap konten yang dibuatnya, diantaranya ada yang sudah di banned dan masih ada beberapa yang masih bisa diakses serta mendapatkan bayaran”, imbuhnya.

Baca juga: Kunjungi Warga Erupsi Gunung Merapi, Jokowi Dengarkan Cerita Para pengungsi

Rata-rata penghasilan tersangka yang didapatkan setiap bulannya dari konten tersebut yang di unggah oleh tersangka sebesar rata-rata Rp. 15 juta s/d 20 juta, bahwa keuntungan tersebut yang didapat dari akun onlyfans untuk tiap subcriber/ member adalah sebesar 5 dollar dan penghasilan tersebut bisa di withdraw ketika mendapatkan akumulasi sebesar 500 dollar.

Tak hanya di Jogjakarta, tempat lain yang sering digunakan oleh siskaeee untuk pengambilan gambar adalah Jakarta dan di Bali, diantara daerah tersebut tersangka sering melakukan pengambilan video di tempat umum (mall, parkiran, rest area jalan tol, toko buku, swalayan dll) dan di ruangan tertutup (Kos, Hotel, Tempat Gym, Kamar Mandi Pesawat dll).

Baca juga: Aksi Cepat Tanggap Sahabat Ganjar Dalam Memberikan Bantuan Untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Berdasarkan hasil penyelidikan, kepolisian menemukan sekitar 2000 an file video dan 3700 an file foto yang tersimpan handphone tersangka (dengan ukuran kurang lebih 150 GB) dan terdapat sekitar 600 GB data file foto maupun video yang tersimpan di hardisk tersangka.

Polisi menemukan barang bukti berupa Kamera Mirrorless, HP , Laptop, Ring Light/Lampu Bulat, Tripod, alat bantu sex sebagai alat bantu produksi konten melanggar kesusilaan.

Baca juga: Presiden: Salah Satu Pilar Utama Menjaga Kedaulatan Adalah Memenangkan Kompetisi

Selain alat yang digunakan, polisi juga menemukan barang bukti yang identik dengan hasil video dan foto yang beredar berupa baju blaser, rok hitam, dan kacamata.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi pelaku pelaku memamerkan alat kelamin atau bagian tubuh ke orang lain dan ditargetkan pada orang yang tak dikenal dan di tempat-tempat publik, atau adanya keinginan kuat seseorang untuk ditonton/dilihat saat melakukan aktivitas seksual.

Baca juga: Kepala BNPB Tinjau Lokasi Terdampak Awan Panas Guguran Gunung Semeru Melalui Udara

Selain itu, Perilakunya sering impulsive dan kompulsif, dimana di saat yang sama ia merasa gembira, takut, gelisah dan mendapatkan kepuasan dengan memamerkan kelamin atau bagian tubuh yang lain.

Atas perbuatan tersebut siskaeee di jerat dengan dugaan Tindak Pidana “Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjual belikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 Jo. Pasal 4 ayat (1) dan/atau pasal 30 Jo. pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, “Dan/atau Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana di maksud dalam Pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik”.

Baca juga: 4 Kecamatan di Sumbawa Terdampak Banjir

Sebagai tindak lanjut, Polda DIY Melakukan Kerjasama dengan Kemenkominfo Republik Indonesia dan Bareskrim Polri untuk melakukan proses pemblokiran konten-konten terkait SISKAEEE.

Tak hanya itu Polisi juga mencari pelaku lain yang dimungkinkan turut serta dalam tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku.

Baca juga: Kepala BNPB Serahkan Bantuan Langsung Kepada Pasien Terdampak APG Gunung Semeru di RSUD Pasirian

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *