Headline.co.id ~ MotoGP meninggalkan Phillip Island setelah balapan di sirkuit tersebut dibatalkan pada 25 Oktober 2026 akibat masalah jarak pandang. CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta menyebut pembatalan itu mengecewakan, terutama bagi penonton yang diperkirakan mencapai rekor dan para penggemar yang datang untuk menyaksikan balapan perpisahan. Namun, ia menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Setelah penutupan babak di Phillip Island, MotoGP akan memasuki babak baru di Adelaide pada 2027.
Dalam pernyataan yang dimuat MotoGP, Ezpeleta mengatakan Phillip Island merupakan salah satu lokasi yang telah menjadi bagian dari identitas kejuaraan. Sejak balapan pertama digelar di sana pada 1987, sirkuit tersebut menghadirkan sejumlah persaingan paling spektakuler dalam sejarah MotoGP.
“Sebaliknya, kami meninggalkan Phillip Island setelah terpaksa membatalkan balapan karena masalah jarak pandang. Keselamatan harus selalu menjadi yang utama, tetapi hal itu tidak membuat hasil ini menjadi kurang mengecewakan,” kata Ezpeleta.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menyampaikan kekecewaan itu juga dirasakan oleh penonton yang diperkirakan memenuhi jumlah terbanyak serta penggemar yang telah melakukan perjalanan untuk menikmati perpisahan MotoGP dengan Phillip Island.
“Bagi penonton—yang diperkirakan akan menjadi rekor—dan para penggemar yang datang untuk menikmati perpisahan dengan Island, ini bukanlah cara yang kami semua inginkan untuk mengakhiri babak ini,” ujarnya.
Phillip Island dan sejarah MotoGP
Menurut Ezpeleta, perpaduan lintasan yang cepat dan mengalir, dukungan penggemar, serta latar pemandangan yang menonjol di dunia motorsport telah menciptakan momen-momen yang tidak terlupakan.
Gambaran para pebalap yang bersaing roda dengan roda dengan latar Bass Strait, kata dia, telah menjadi bagian yang dicintai beberapa generasi penggemar. Phillip Island juga disebut telah menguji pebalap-pebalap terbaik dunia dan memberi penghargaan kepada keberanian, keterampilan, serta determinasi.
Ezpeleta memberikan penghormatan kepada Australian Grand Prix Corporation dan seluruh pihak yang selama bertahun-tahun membangun ajang tersebut menjadi salah satu persinggahan yang paling dihormati dan dikagumi dalam kalender MotoGP.
“Komitmen, profesionalisme, dan semangat mereka terhadap olahraga kami telah menciptakan sebuah ajang yang dihargai pebalap, tim, dan penggemar selama puluhan tahun,” kata Ezpeleta.
Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada penggemar Australia. Menurut dia, penggemar dari Australia membawa semangat dan energi yang khas dalam setiap era balap MotoGP. Mereka datang dari berbagai wilayah di Victoria, negara bagian lain di Australia, bahkan dari berbagai penjuru dunia.
Dukungan tersebut, lanjut Ezpeleta, telah membantu menjadikan Phillip Island sebagai salah satu ajang besar dalam motorsport dunia.
Peran pebalap Australia di MotoGP
Ezpeleta mengatakan Australia juga telah memberikan kontribusi besar bagi MotoGP melalui para pebalapnya. Ia menyebut Wayne Gardner, Mick Doohan, Casey Stoner, dan Jack Miller sebagai pebalap Australia yang ikut membentuk kejuaraan tersebut serta menginspirasi generasi penggemar di seluruh dunia.
Tradisi itu akan berlanjut melalui generasi berikutnya. Senna Agius disebut akan bergabung dengan kelas MotoGP pada 2027.
“Walaupun Phillip Island akan selalu memiliki tempat khusus di hati kami, olahraga harus selalu menatap masa depan,” kata Ezpeleta.
Menurut dia, masa depan MotoGP juga berkaitan dengan upaya agar olahraga tersebut dapat dinikmati lebih banyak orang. Akhir pekan di Phillip Island, kata Ezpeleta, menunjukkan besarnya antusiasme terhadap MotoGP di Australia sekaligus tantangan dalam menyelenggarakan ajang internasional di lokasi yang unik.
Ezpeleta menyatakan MotoGP bersemangat menyambut masa depan di Adelaide. Penyelenggaraan balapan di pusat kota yang dekat dengan akomodasi, restoran, fasilitas hiburan, dan koneksi transportasi utama dinilai dapat mendekatkan MotoGP kepada lebih banyak orang.
Ajang di Adelaide juga dirancang tidak hanya berlangsung di lintasan. MotoGP ingin membawa pengalaman tersebut ke jantung kota, meningkatkan pengalaman dan fasilitas bagi penggemar jangka panjang, sekaligus memperkenalkan olahraga itu kepada audiens baru.
Ambisi tersebut, menurut Ezpeleta, bukan sekadar memindahkan MotoGP ke lokasi baru. MotoGP ingin membangun keberhasilan balap motor di Australia yang telah terbentuk di Phillip Island dan membawanya ke tingkat berikutnya.
“Kami ingin lebih banyak orang menemukan olahraga kami, lebih banyak penggemar merasakan MotoGP secara langsung, serta menghadirkan sebuah ajang destinasi yang menarik perhatian internasional sekaligus memastikan masa depan yang kuat bagi MotoGP di Australia selama puluhan tahun mendatang,” ujarnya.
Ia menegaskan semua rencana tersebut tidak akan mungkin tercapai tanpa fondasi yang dibangun di Phillip Island. Kenangan, balapan yang disaksikan jutaan orang di seluruh dunia, dedikasi para mitra, dan semangat penggemar Australia disebut telah membawa MotoGP sampai pada tahap ini.
“Jadi hari ini, meskipun ini bukan akhir yang kami harapkan, kami hanya ingin mengucapkan terima kasih,” kata Ezpeleta.
Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada Phillip Island, Australian Grand Prix Corporation, generasi pebalap Australia yang turut mendefinisikan olahraga tersebut, serta setiap penggemar yang telah membuat ajang itu begitu istimewa.
“Babak berikutnya dimulai sekarang, dibangun di atas semua yang telah hadir sebelumnya. Kami menantikan bertemu Anda di Adelaide pada 2027,” ujar Ezpeleta.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















