Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melanjutkan operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan menyiagakan 61 armada udara. Operasi tersebut dilakukan untuk memadamkan api, mencegah bara kembali menyala, dan menangani kebakaran di kawasan gambut yang masih berlangsung, terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Berdasarkan pemantauan hingga Jumat (30/10/2026) pukul 21.00 WIB, sebanyak 160 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi secara nasional.
Data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kemenhut menunjukkan jumlah titik panas tersebut meningkat enam titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 154 titik. Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, terdeteksi 13 titik panas, yaitu 12 titik di Kalimantan Tengah dan satu titik di Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatra Selatan, dan Riau tidak mencatat titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi. Jumlah titik panas di Kalimantan Tengah turun dari 17 menjadi 12 titik, sedangkan Kalimantan Selatan kembali mencatat satu titik setelah sebelumnya nihil.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Titik Panas Tetap Memerlukan Verifikasi Lapangan
Kemenhut mengingatkan bahwa perubahan jumlah titik panas harus dibaca bersama kondisi aktual di lapangan. Titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.
Indikasi tersebut tidak secara otomatis menunjukkan jumlah kejadian kebakaran atau luas areal yang terbakar. Karena itu, setiap temuan tetap memerlukan verifikasi melalui patroli dan pengecekan lapangan atau groundcheck.
Kalimantan Tengah masih menjadi salah satu fokus operasi pemadaman. Di kawasan Taman Nasional Sebangau, pemadaman berlangsung di Sungai Koran dan kawasan Tjilik Riwut KM 32, Palangka Raya. Kedua lokasi tersebut berada di lahan gambut dan masih membutuhkan penanganan lanjutan.
Di Kabupaten Pulang Pisau, Manggala Agni Kemenhut melakukan pembasahan dan patroli di KHDTK Tumbang Nusa. Pemadaman juga dilakukan di Jabiren, Sei Hambawang, Sakakajang, dan Tanjung Taruna.
Sejumlah lokasi masih menunjukkan kepulan atau titik asap. Hujan yang sempat turun belum sepenuhnya memadamkan api bawah permukaan di lahan gambut.
Kebakaran Gambut Masih Berlangsung di Tanjung Puting
Operasi pemadaman juga berlanjut di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya di Sei Sekonyer–Tanjung Harapan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kebakaran di kawasan lahan gambut tersebut bertipe kebakaran bawah dan hingga laporan terakhir belum sepenuhnya padam.
Kondisi di sejumlah lokasi di Kalimantan Selatan mulai membaik. Api di Nusa Indah, Tanah Laut, Batulicin, Tirawan, dan Tanjung Dewa telah dinyatakan padam.
Namun, asap masih ditemukan di beberapa titik di Landasan Ulin Barat. Pemadaman di kawasan Hutan Lindung Gunung Batu Kura juga menghadapi kendala medan terjal sehingga belum seluruh titik api dapat dijangkau.
Perkembangan positif tercatat di Sumatra Selatan dan Jambi. Kebakaran di Talang Rimba, Kabupaten Ogan Komering Ilir, telah dinyatakan padam. Api di Desa Tanjung, Kabupaten Muaro Jambi, juga berhasil dipadamkan.
Adapun di Simpang Datuk masih terdapat titik asap tipis yang dipantau Manggala Agni Kemenhut bersama tim gabungan.
61 Armada Udara Mendukung Operasi Darat
Kemenhut menegaskan kondisi yang membaik di sejumlah wilayah tidak boleh menurunkan kewaspadaan. Kebakaran lahan gambut memiliki karakter khusus karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah, termasuk setelah hujan turun atau ketika nyala api tidak lagi terlihat.
Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, dan unsur terkait terus melakukan patroli, pengecekan lapangan, pemadaman, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, serta pendinginan.
Dukungan operasi udara terdiri atas 24 pesawat untuk patroli, CASA, dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 37 helikopter untuk operasi pengeboman air atau water bombing. Operasi udara dilakukan bersamaan dengan penanganan darat berdasarkan kondisi cuaca dan kebutuhan di setiap wilayah.
Kemenhut menyatakan keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya diukur dari kenaikan atau penurunan jumlah titik panas. Hal yang lebih utama adalah memastikan api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.
Masyarakat dan pelaku usaha diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, laporan dapat disampaikan kepada Posko Karhutla Kemenhut melalui telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000 agar penanganan dilakukan sedini mungkin.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















