Headline.co.id ~ Lirboyo (Kemenag) — Konferensi internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (MU’TAMAD) 2026 menghasilkan tiga rekomendasi utama terkait transformasi pendidikan pesantren, kontribusi terhadap persoalan kemanusiaan, dan peran pesantren dalam peradaban dunia. Rekomendasi itu dirumuskan dari rangkaian sidang paralel dan pleno yang digelar secara hybrid di Pesantren Lirboyo pada 29–31 Oktober 2026. Konferensi yang diikuti mahasantri Ma’had Aly dan akademisi dari sejumlah negara sahabat tersebut menyeleksi sekitar 200 panelis untuk mempresentasikan karya secara luring maupun daring.
Direktur Ma’had Aly pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Adib, menyebut MU’TAMAD 2026 menjadi tonggak bagi perguruan tinggi berbasis pesantren untuk memperkuat daya saing dan kekhasan keilmuan di tingkat nasional maupun global.
Tiga rekomendasi MU’TAMAD 2026
Rekomendasi pertama adalah transformasi pendidikan pesantren untuk memastikan kesetaraan serta menghapus perlakuan diskriminatif terhadap lembaga pendidikan pesantren di Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rekomendasi kedua menyoroti sumbangsih pemikiran pesantren terhadap persoalan kemanusiaan kontemporer. Isu yang dibahas mencakup ketidakadilan, diskriminasi, krisis iklim, dan pemanasan global.
Adapun rekomendasi ketiga berkaitan dengan kontribusi peradaban pesantren terhadap tatanan peradaban dunia. Dalam pembahasan tersebut, akademisi internasional seperti Dr. Maryam dari Maroko menyampaikan potensi tradisi pesantren sebagai rujukan solusi global.
“Tiga hal ini menjadi rekomendasi penting dan tonggak bagi Ma’had Aly melalui MU’TAMAD 2026 untuk bersama-sama take off. Kita siap menyongsong Ma’had Aly sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya sejajar dengan perguruan tinggi lain, tetapi juga memiliki distingsi dan daya saing di tingkat nasional maupun global,” ujar Adib saat menutup MU’TAMAD di Lirboyo, Jumat (30/10/2026) malam.
Menurut Adib, rekomendasi tersebut menjadi arah bagi Ma’had Aly untuk memperkuat peran pendidikan tinggi berbasis pesantren. Pembahasan dalam konferensi berlangsung melalui sidang paralel dan pleno yang diikuti panelis dari berbagai penjuru Indonesia serta akademisi dari negara sahabat.
670 abstrak diseleksi hingga menjadi sekitar 200 panelis
Selain menghasilkan tiga rekomendasi, MU’TAMAD 2026 mengumumkan makalah terbaik. Tim reviewer melakukan penilaian secara bertahap terhadap 670 abstrak yang masuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 310 abstrak dinyatakan lolos untuk mengirimkan naskah lengkap atau full paper.
Proses tersebut kemudian menghasilkan sekitar 200 panelis yang mempresentasikan karya mereka secara luring dan daring. Dalam pengumuman hasil penilaian, terdapat empat pemenang penulis makalah terbaik dan lima kategori paper terpilih.
Best Paper I atau The Best of The Best diraih Muhammad Atho’illah dan Aidzil Ma’ani dari Ma’had Aly Lirboyo. Keduanya menulis karya berjudul “Hukmu Istikhdamil Dzaka’il Ishthina’i fi Istinbathil Ahkamil Fiqhiyyah wa Hisabi Ma Yata’allaqu Biha bi Mandzurit Turatsil Islami” atau “Hukum Penggunaan Akal Imitasi/AI dalam Istinbath Hukum Fikih dan Perhitungan Terkait dalam Perspektif Turats Islam”.
Pemenang peringkat pertama tersebut memperoleh apresiasi berupa hadiah ibadah umrah dari Bank Syariah Indonesia (BSI).
Best Paper II diraih Ahmad Bugis Mabruri dari Pesantren Fadhlul Minallah melalui makalah berjudul “Transformative Pesantren Model Based on Adaptive Curriculum”. Ia memperoleh apresiasi berupa uang sebesar Rp3,5 juta.
Best Paper III diberikan kepada Infitahul Mawaddah dan kawan-kawan, yang merupakan tim peneliti dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia. Tim tersebut mengikuti sesi presentasi secara daring dan memperoleh apresiasi berupa uang sebesar Rp2,5 juta.
Sementara itu, Best Paper IV diraih Muhammad Makinun Amin dari Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng. Makalah yang ditulis berjudul “Konstruksi Fiqih Kerahasiaan Percakapan Digital: Batas Kewenangan Menyebarkan Informasi Perspektif Hadis Nabi”. Pemenang peringkat keempat itu mendapat apresiasi berupa uang sebesar Rp1,5 juta.
Apresiasi untuk Pesantren Lirboyo dan panelis
Adib menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo yang memfasilitasi pelaksanaan MU’TAMAD 2026. Mereka lain KH. Anwar Manshur, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, Anggota DPR/MPR RI KH. An’im Falahuddin Mahrus, serta Mudir ’Am Ma’had Aly Lirboyo KH. Atho’illah Sholahuddin Anwar.
Adib menyebut MU’TAMAD 2026 berjalan lancar atas fasilitasi penuh Pesantren Lirboyo. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh panelis yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















