PLN Manfaatkan Pelet Sampah Untuk Kembangkan PLTU Jeranjang

  • Whatsapp
PT PLN (Persero) terus mendorong penggunaan olahan sampah menjadi pengganti bahan bakar pembangkit
PT PLN (Persero) terus mendorong penggunaan olahan sampah menjadi pengganti bahan bakar pembangkit. dok. PLN

Headline.co.id (Mataram) ~ PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus mendorong pengolahan sampah menjadi pengganti bahan bakar pembangkit. Setelah sukses di Bali, saat ini PLN bersama anak usahanya (Indonesia Power) mengembangkan penggunaan pellet sampah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW) yang berlokasi di Desa Taman Ayu, Lombok Barat.

PLH Manager PLTU Jeranjang, Nandang Safrudin, menyampaikan bahwa  olahan sampah dalam bentuk pelet setara dengan batubara kalori rendah yang digunakan untuk bahan bakar pembangkit.

baca juga: PT KAI Daop 6 Berikan Bantuan untuk Renovasi Gedung SD IT Generasi Penerus

“Kami sudah lakukan riset dan ujicoba, khususnya untuk mengukur optimasi substitusi peletnya. Hasilnya antara 3 – 5, namun memang paling optimal ada di 3 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/2).

Jika dibandingkan dengan batubara, dalam satu jam kondisi maksimal PLTU Jeranjang membutuhkan 200 ton batubara untuk bahan bakar. Dengan substitusi sebesar 3 persen, sedangkan untuk  pelet setiap  membutuhkan 600 kilogram.

Untuk mendorong ketersediaan pelet guna kebutuhan PLTU Jeranjang , Saat ini PLN telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk melakukan pendampingan pendampingan kepada pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok untuk mengubah sampah menjadi pelet.

baca juga: Wakil Menteri Merangkap Komisaris BUMN, Disebut-Sebut karena Gaji Kecil

Nandang menambahkan bahwa, saat ini yang menjadi tantangan adalah menjaga ketersediaan pellet, oleh karena itu pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah daerah untuk melakukan pendampingan. Karena pelet untuk PLTU ini punya spesifikasi khusus.

Melalui JOSS, sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok dikumpulkan dalam bak, lalu dimasukkan cairan bio activator untuk dilakukan proses peuyeumisasi, kemudian sampah dijemur hingga kering.

Alat Pembuat Pelet Sampah untuk PLTU Jeranjang
Alat Pembuat Pelet Sampah untuk PLTU Jeranjang. dok. PLN

Setelah itu, sampah dimasukkan ke mesin pencacah dan tahap akhir melalui proses peletisasi. Mesin-mesin yang digunakan merupakan bagian dari program CSR PLN.

baca juga: Cegah Korupsi, Tiga Kementerian Rubah Skema Pendistribusian Dana Bos

Usai berbentuk pelet, kemudian dijemur hingga kering. Selanjutnya, pelet bisa digunakan untuk campuran bahan bakar pembangkit listrik.

sasaran pemanfaatan olahan sampah ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan biaya produksi listrik, tetapi juga sebagai alternatif solusi penanganan sampah daerah dan upaya memberdayakan masyarakat.

“Dengan olahan ini sampah bisa bernilai, masyarakat juga bisa punya penghasilan tambahan. Jadi ekonomi masyarakat sekitar juga meningkat,” tambah Nandang.

baca juga : Mahfud MD: Pemerintah Putuskan Tak Akan Pulangkan 689 WNI Eks ISIS

Selain itu, pemanfaatan sampah menjadi energi ini juga menjadi alternatif solusi penanganan sampah di daerah.

Dody selaku pengelola TPA Kebon Kongok menyampaikan bahwa kehadiran pengolahan sampah sementara membantu mengurangi permasalahan sampah yang ada di Lombok.

“Sampah ini masih jadi salah satu masalah untuk Lombok, padahal tempat kami ini menjadi destinasi wisata. Dengan program dari PLN ini tentunya dapat menjadi solusi dan mewujudkan Program Zero Waste yang diusung pemerintah Provinsi NTB,” pungkas Dody.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *