Headline.co.id, Jakarta ~ Sekolah Rakyat telah memberikan akses pendidikan kepada 44.200 anak dari keluarga miskin dan terlantar. Program tersebut juga disertai pemberdayaan orang tua melalui pendidikan dan peningkatan kemampuan agar keluarga memiliki kemandirian ekonomi. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menyampaikan hal itu dalam Penyerahan Penghargaan Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 di Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar anak memperoleh masa depan yang lebih baik, sementara orang tua dapat meningkatkan produktivitas dan perlahan keluar dari kemiskinan.
Muhaimin mengatakan, perubahan pada anak-anak yang mengikuti Sekolah Rakyat terlihat setelah mereka memperoleh lingkungan pendidikan dengan fasilitas yang memadai. Ia mengaku terkejut melihat perkembangan para siswa dibandingkan kondisi enam bulan sebelumnya.
“Saya sendiri sangat kaget, dibanding enam bulan yang lalu, sekarang anak-anak yang bersekolah di Sekolah Rakyat sudah berubah segalanya. Semuanya menjadi segar, motivasinya tinggi, sudah tidak traumatik dalam hidupnya,” ujar Menko Muhaimin seperti dikutip , Kamis (29/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sekolah Rakyat Beri Ruang bagi Anak dari Keluarga Rentan
Menurut Muhaimin, perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya lingkungan pendidikan yang mendukung anak-anak dari keluarga paling rentan. Sebelum mengikuti Sekolah Rakyat, sebagian anak menghadapi persoalan sosial dan pengalaman hidup yang berat.
Melalui pendidikan, anak-anak tersebut kini memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan diri, dan membangun harapan baru. Namun, Muhaimin menegaskan bahwa anak-anak dengan pengalaman serta latar belakang sosial yang kompleks tetap memerlukan pendekatan khusus.
Pendampingan, kata dia, perlu terus diperkuat agar perubahan yang dialami anak tidak hanya terlihat selama mengikuti pendidikan. Pendampingan juga diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Sekolah Rakyat dalam hal ini tidak hanya diposisikan sebagai sarana pendidikan bagi anak. Program tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan yang menghubungkan perlindungan sosial dengan pemberdayaan keluarga.
Pemberdayaan Orang Tua melalui Program LAKSMI
Pemberdayaan orang tua siswa diarahkan melalui program LAKSMI. Dalam program itu, orang tua dibekali pendidikan dan kemampuan baru agar dapat meningkatkan produktivitas serta membangun kemandirian ekonomi keluarga.
“Anaknya belajar, orang tuanya memiliki kemampuan baru, kemudian berkeluarga dan insha Allah tahun ini kita akan berhasil, anaknya bersekolah dengan masa depan yang cerah dan orang tuanya mandiri menjadi orang yang produktif,” kata Muhaimin.
Pendekatan tersebut menempatkan pendidikan anak dan peningkatan kemampuan orang tua dalam satu rangkaian. Anak mendapatkan kesempatan memperbaiki masa depan melalui pendidikan, sedangkan orang tua didorong memiliki keterampilan, peluang usaha, dan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
Dengan demikian, perlindungan sosial tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Keluarga miskin tetap memperoleh bantuan sesuai kebutuhan, tetapi pada saat yang sama didorong untuk meningkatkan kesejahteraan dan tidak terus bergantung pada bantuan.
28,8 Juta Keluarga Miskin Mendapat Perlindungan Sosial
Dalam pemaparannya, Muhaimin menyebut 28,8 juta keluarga miskin terus memperoleh bantuan dan perlindungan sosial. Dukungan itu diberikan melalui kerja Kementerian Sosial bersama kementerian dan lembaga terkait.
Ia mengatakan, bantuan dan perlindungan sosial perlu diikuti dengan upaya pemberdayaan. Langkah tersebut dinilai penting agar keluarga secara bertahap mampu meningkatkan kesejahteraan serta menjadi lebih produktif.
“Kita bersyukur angka kemiskinan turun dan akan terus kita perjuangkan untuk turun, tetapi kita juga ingin seluruh warga miskin kita akhirnya bisa menjadi warga yang naik kelas, memiliki produktivitas yang tinggi dan menjadi subjek pembangunan nasional kita,” tegas Muhaimin Iskandar.
Muhaimin menambahkan, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat terus mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Koordinasi itu diperlukan agar program perlindungan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan saling melengkapi.
Pendidikan Anak dan Kemandirian Keluarga
Melalui Sekolah Rakyat, pemberdayaan diharapkan berlangsung dalam satu kesatuan keluarga. Anak memperoleh akses pendidikan dan kesempatan membangun masa depan, sedangkan orang tua didorong meningkatkan kemampuan agar lebih produktif dan mampu menopang kesejahteraan keluarga.
Muhaimin menyebut, proses tersebut merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan kemajuan yang telah dicapai melalui pemberdayaan.
“Dua tahun pemberdayaan menunjukkan kemajuan yang berarti, mari kita bersama-sama kita jaga, kita wujudkan di tahun-tahun yang akan datang transformasi Indonesia yang lebih berdaya agar kita semakin melihat rakyat kita berjaya diri dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa yang akan datang,” kata Menko Muhaimin.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















![[Siaran Pers] Bangun Ketahanan Digital, 69 Aplikasi Pemerintah Beroperasi di Pusat Data Nasional](https://www.headline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/siaran-pers-bangun-ketahanan-digital-69-aplikasi-pemerintah-beroperasi-di-pusat-data-nasional.png)
