Headline.co.id ~ Museum Penerangan meluncurkan buku sejarah komunikasi publik berjudul Menata Arus, Menjaga Pesan: Dari Penerangan ke Komunikasi Publik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (28/10/2026). Peluncuran tersebut dirangkai dengan gelar wicara bertajuk Jejak dalam Komunikasi: Dari Masa Lalu untuk Generasi Masa Kini. Kegiatan itu digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 sekaligus mengenalkan sejarah komunikasi dan penerangan Indonesia kepada generasi muda. Melalui buku dan diskusi, Museum Penerangan berupaya menghubungkan perjalanan komunikasi dari masa lalu dengan kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan media dan teknologi.
Kepala Museum Penerangan (Muspen), Rizki Andono Prakoso, menyampaikan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda. Menurut dia, pemahaman terhadap sejarah komunikasi penting agar generasi masa kini tidak hanya mengikuti perubahan media, tetapi juga memahami proses penyampaian informasi dari masa ke masa.
Buku Menata Arus, Menjaga Pesan: Dari Penerangan ke Komunikasi Publik menjadi salah satu upaya Museum Penerangan mendokumentasikan perjalanan komunikasi di Indonesia. Dokumentasi itu mencakup perkembangan komunikasi sejak era penerangan hingga komunikasi publik pada masa kini.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar dan ruang dialog bagi generasi muda untuk memahami bagaimana komunikasi di Indonesia berkembang dari masa ke masa,” demikian pesan Rizki.
Buku sejarah komunikasi publik jadi ruang belajar
Museum Penerangan ingin menempatkan sejarah komunikasi bukan hanya sebagai catatan masa lalu. Melalui peluncuran buku dan gelar wicara, sejarah tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran yang relevan bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan media dan teknologi.
Perkembangan ekosistem informasi yang berlangsung cepat membuat masyarakat berhadapan dengan beragam sumber informasi. Dalam kondisi itu, Rizki menekankan pentingnya kemampuan untuk bersikap kritis, kreatif, dan bertanggung jawab saat memanfaatkan media serta teknologi.
Pengenalan sejarah komunikasi juga diharapkan membantu pelajar dan generasi muda memahami dampak informasi. Selain itu, mereka didorong untuk berpartisipasi secara positif dalam ruang digital.
Dengan pendekatan tersebut, peluncuran buku tidak hanya memperkenalkan perjalanan komunikasi di Indonesia, tetapi juga membuka ruang dialog sejarah, perkembangan teknologi, dan tantangan penggunaan media pada masa kini.
Momentum Hari Sumpah Pemuda
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk menghubungkan sejarah komunikasi dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 dipandang dapat mengingatkan pentingnya komunikasi dalam membangun pemahaman bersama di tengah keberagaman.
Museum Penerangan menilai komunikasi memiliki peran penting dalam mempertemukan beragam pandangan dan membangun pemahaman. Karena itu, pembelajaran mengenai sejarah komunikasi tidak berhenti pada pengetahuan tentang perubahan media, tetapi juga berkaitan dengan cara masyarakat memahami serta menyikapi informasi.
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak melihat perkembangan komunikasi sebagai bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia. Pengetahuan itu diharapkan dapat menjadi bekal untuk menggunakan media dan teknologi secara lebih cermat.
Upaya memperkuat literasi media
Penerbitan buku dan penyelenggaraan ruang dialog lintas generasi menjadi bagian dari upaya Museum Penerangan menghubungkan warisan sejarah komunikasi dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi media di kalangan pelajar dan generasi muda.
Museum Penerangan juga mendorong generasi muda menjadi pengguna teknologi yang cermat, kreatif, dan bertanggung jawab. Sikap tersebut dinilai penting agar perkembangan media dan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.
Dalam kegiatan itu, Museum Penerangan menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, tamu undangan, perwakilan sekolah, pelajar, panitia, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan peluncuran buku serta gelar wicara.
Melalui dokumentasi sejarah dan dialog mengenai komunikasi, Museum Penerangan berupaya menjadikan perjalanan penerangan dan komunikasi publik Indonesia tetap relevan bagi generasi masa kini. Edaran pengetahuan tersebut diharapkan mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai informasi, media, dan tanggung jawab dalam ruang digital.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















