Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan Indonesia Bergerak dan Satu Juta Langkah menjelang peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 pada 12 November 2026. Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Hukum Kesehatan, Indah Febrianti, dalam webinar sosialisasi Indonesia Bergerak dan Satu Juta Langkah 2026 di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Program itu ditujukan untuk membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara mandiri maupun bersama. Pelaksanaannya melibatkan masyarakat luas dengan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dunia usaha, media, dan komunitas.
HKN ke-62 Tidak Hanya Seremonial
Indah mengatakan Indonesia Bergerak dan Satu Juta Langkah merupakan arahan Menteri Kesehatan agar peringatan HKN ke-62 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial di lingkungan pemerintahan. Kedua program tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara luas dan mendorong keterlibatan publik dalam menjaga kesehatan.
“Peringatan HKN ini tidak hanya menjadi perayaan bagi insan Kementerian Kesehatan, pemerintah pusat, atau pemerintah daerah, tetapi juga bisa menjangkau seluruh masyarakat secara luas,” ujar Indah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, gerakan tersebut sejalan dengan tema HKN ke-62, yakni “Sehat untuk Semua”. Tema itu menekankan bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, peringatan HKN tidak hanya diarahkan pada kegiatan kelembagaan, tetapi juga pada aksi yang dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas fisik menjadi salah satu bentuk kebiasaan sehat yang didorong melalui dua program tersebut.
Mekanisme Indonesia Bergerak dan Satu Juta Langkah
Indonesia Bergerak mengajak masyarakat melakukan aktivitas fisik secara mandiri melalui tantangan jumlah langkah. Aktivitas tersebut dipantau menggunakan aplikasi SATUSEHAT Mobile sehingga masyarakat dapat mengikuti gerakan tersebut melalui pemantauan langkah yang dilakukan.
Sementara itu, Satu Juta Langkah merupakan kegiatan aktivitas fisik bersama yang akan digelar secara serentak di berbagai ruang publik pada 15 November 2026. Kedua program itu memiliki bentuk pelaksanaan yang berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk mendorong masyarakat lebih aktif bergerak.
Sasaran penggerakan mencakup pegawai dan keluarga, pengguna layanan kesehatan, kader kesehatan, komunitas, hingga masyarakat umum. Kemenkes juga menekankan perlunya dukungan dari berbagai unsur agar pelaksanaan program dapat menjangkau lebih banyak peserta.
Dukungan tersebut meliputi pemerintah daerah, tenaga medis dan tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dunia usaha, media, serta berbagai komunitas. Keterlibatan lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat penyebarluasan informasi dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan.
Peran UPT dan Pemerintah Daerah
Untuk mendukung pelaksanaan Indonesia Bergerak dan Satu Juta Langkah, Kemenkes telah menerbitkan surat edaran Sekretaris Jenderal mengenai pembagian peran unit pelaksana teknis (UPT) di berbagai daerah.
“UPT diharapkan berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan pemangku kepentingan setempat untuk menyosialisasikan program serta menggerakkan partisipasi masyarakat,” kata Indah.
Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi mengenai program dapat disampaikan kepada sasaran penggerakan di daerah. UPT juga diharapkan bekerja bersama dinas kesehatan dan pemangku kepentingan setempat untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam rangkaian kegiatan HKN ke-62.
Pelaksanaan program tidak hanya bergantung pada satu lembaga. Dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, dunia usaha, media, dan komunitas dibutuhkan untuk membangun partisipasi yang lebih luas.
Kebiasaan Sehat Dimulai dari Masyarakat
Kemenkes menekankan bahwa upaya membangun masyarakat sehat tidak dapat hanya mengandalkan fasilitas dan tenaga kesehatan. Masyarakat juga perlu menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan tersebut lain mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan, melakukan aktivitas fisik, serta memeriksakan kesehatan secara berkala. Penerapan kebiasaan itu diharapkan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan hanya dilakukan saat peringatan HKN.
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat ekosistem kesehatan dan menjadikan kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup.
Rangkaian peringatan HKN ke-62 berlangsung sejak pertengahan Oktober hingga November 2026. Melalui Indonesia Bergerak dan Satu Juta Langkah, Kemenkes berharap momentum tersebut dapat mendorong masyarakat melakukan aksi nyata untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















