Headline.co.id, Ogan Komering Ilir ~ Polda Sumatera Selatan menerima penguatan 216 personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Mabes Polri untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah terdampak. Personel tersebut tiba dan mulai melaksanakan tugas di Sumatera Selatan pada Kamis hingga Jumat, 15–16 Oktober 2026. Penguatan ini mencakup pasukan Brimob, pengawak kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC), serta tenaga medis yang disiapkan untuk mendukung operasi di lapangan.
Personel BKO itu selanjutnya didistribusikan ke 16 titik sasaran penanganan karhutla yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Muara Enim. Dukungan lintas satuan tersebut diberikan untuk memperkuat jangkauan dan efektivitas penanganan karhutla di wilayah Sumatera Selatan.
Rincian 216 Personel dan Kendaraan AWC
Penguatan personel terdiri atas 200 personel Pasukan Brimob I Korbrimob Polri yang tergabung dalam dua Satuan Setingkat Kompi (SSK). Selain itu, terdapat enam personel pengawak dua unit kendaraan taktis AWC dari Satbrimob Lampung.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebanyak 10 personel tenaga medis dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri juga turut dikirim untuk mendukung kebutuhan kesehatan selama pelaksanaan tugas penanganan karhutla.
Penerimaan seluruh personel berlangsung di Markas Komando Satbrimob Polda Sumsel. Kegiatan tersebut dipimpin Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., bersama jajaran perwira Satbrimob Polda Sumsel serta perwakilan Polres Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.
Pengiriman personel BKO dari Mabes Polri menjadi dukungan lintas satuan untuk memperkuat penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Langkah itu juga menunjukkan respons Polri terhadap kebutuhan di lapangan melalui pengerahan personel, kendaraan, tenaga medis, dan peralatan pendukung.
Personel Dibekali Teknik Penanganan Karhutla
Sebelum diterjunkan ke lokasi sasaran, seluruh personel mengikuti apel kedatangan, pengarahan, dan pembekalan teknis penanganan karhutla. Pembekalan tersebut diberikan untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi kondisi medan di wilayah operasi.
Materi pembekalan meliputi Analisa Daerah Operasi (ADO), teknik penanganan kebakaran lahan gambut, teknik suplai air, pembasahan spiral, serta penggunaan cairan pemadam api X-FIRE03.
Pelatihan itu juga diarahkan untuk mendukung pelaksanaan tugas secara efektif dengan tetap memperhatikan keselamatan personel dan masyarakat di sekitar lokasi penanganan. Setelah pengarahan dan pelatihan teknis selesai, personel BKO didistribusikan ke titik-titik sasaran yang telah ditentukan.
Sembilan Tim Dilengkapi Peralatan Tambahan
Sembilan tim yang diterjunkan ke lapangan mendapatkan peralatan pendukung tambahan. Peralatan tersebut terdiri atas mesin pompa, selang pemadam, jetshooter backpack, dan cairan pemadam X-FIRE03.
Peralatan itu digunakan untuk menunjang kegiatan operasional di lokasi penanganan karhutla. Dengan dukungan tersebut, personel diharapkan dapat menjangkau wilayah sasaran secara lebih luas dan menjalankan upaya pemadaman secara efektif.
Selain memperkuat kemampuan operasional, keberadaan tenaga medis dan kendaraan AWC juga menjadi bagian dari dukungan dalam pelaksanaan tugas. Dua unit AWC berasal dari Satbrimob Lampung dan dioperasikan oleh enam personel yang ikut dalam penguatan ke Sumatera Selatan.
Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol menyampaikan apresiasi atas dukungan Mabes Polri melalui pengiriman personel serta sarana pendukung untuk membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















