Headline.co.id ~ Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto menegaskan keberhasilan polisi tidak hanya diukur dari jumlah perkara yang ditangani, tetapi juga dari rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Pernyataan itu disampaikan saat ia memberikan kuliah umum di Aula Abdurrahman Sayoeti, Universitas Batanghari, Jambi, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, K. Yani Sudarto mendorong perubahan paradigma pelayanan Kepolisian agar tidak berhenti pada penyelesaian perkara, tetapi juga mencakup pencegahan kejahatan dan pembangunan kepercayaan publik. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi Kepolisian, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk menciptakan Jambi yang aman, tertib, dan berkeadilan.
Wakapolda Jambi Tekankan Ukuran Keberhasilan Polisi
Menurut Wakapolda Jambi, menurunnya angka kejahatan di tengah masyarakat merupakan salah satu indikator penting keberhasilan Kepolisian. Namun, indikator tersebut perlu diikuti dengan kehadiran polisi yang dirasakan masyarakat melalui jaminan keamanan dan pelayanan yang baik.
“Keberhasilan Kepolisian bukan hanya diukur dari berapa banyak perkara yang diselesaikan. Kita juga harus melihat apakah kejahatan berkurang, apakah masyarakat merasa aman, dan apakah masyarakat semakin percaya kepada polisi,” kata Brigjen Pol. K. Yani Sudarto.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pernyataan itu menempatkan rasa aman dan kepercayaan publik sebagai bagian penting dalam menilai pelaksanaan tugas Kepolisian. Dengan demikian, penanganan perkara bukan satu-satunya ukuran keberhasilan, karena masyarakat juga perlu merasakan dampak kehadiran polisi dalam aktivitas sehari-hari.
Polri Dituntut Mencegah Kejahatan
Dalam kuliah umum tersebut, K. Yani Sudarto menyampaikan bahwa Polri perlu mengubah paradigma pelayanan Kepolisian. Polisi tidak hanya dituntut menyelesaikan perkara yang telah terjadi, tetapi juga harus mampu mencegah kejahatan sebelum menimbulkan gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Perubahan paradigma itu, menurut dia, berkaitan dengan upaya membangun kepercayaan publik. Pelayanan yang baik dan terciptanya rasa aman menjadi bagian dari kehadiran Kepolisian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menegaskan, menciptakan keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Kepolisian. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan perguruan tinggi.
Kolaborasi Kepolisian dan Perguruan Tinggi
Wakapolda Jambi menyebut kolaborasi diperlukan untuk membangun lingkungan yang aman, tertib, dan berkeadilan. Perguruan tinggi dinilai memiliki pengetahuan dan gagasan ilmiah yang dapat mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian di tengah masyarakat.
“Keamanan lahir ketika kewenangan, pengetahuan dan pengalaman masyarakat dapat dikolaborasikan. Karena itu, sinergi Kepolisian, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jambi yang aman, tertib dan berkeadilan,” katanya.
Dalam kegiatan itu, Polda Jambi menyambut baik berbagai gagasan ilmiah dari kalangan akademisi Universitas Batanghari. Gagasan tersebut dinilai dapat mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian di tengah masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, keamanan dipandang sebagai hasil kerja bersama institusi Kepolisian, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kolaborasi itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan Kepolisian yang berorientasi pada pencegahan kejahatan, rasa aman, serta kepercayaan publik.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















