Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya Kurikulum Cinta untuk merawat keberagaman dan memperkuat persatuan Indonesia. Pesan itu disampaikan saat membuka Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026 di Jakarta pada Jumat (8/10/2026). Menag mendorong kehidupan beragama dan kebangsaan dibangun dengan rasa cinta, persaudaraan, serta penghormatan terhadap perbedaan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kehidupan keagamaan yang damai dan saling menghormati.
“Saya hanya ingin menggarisbawahi satu poin saja yang disampaikan Ketua tadi, yaitu pentingnya Kurikulum Cinta. Jika cinta sudah bicara, semua akan menjadi ringan, terang, dan mudah. Mari kita memupuk rasa cinta sedalam-dalamnya,” ujar Menag.
Kurikulum Cinta untuk Merawat Keberagaman
Nasaruddin mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang sangat plural. Keberagaman itu, menurut dia, bukan sekadar kondisi sosial, melainkan kekuatan sekaligus modal penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa perbedaan dapat diramu menjadi satu kesatuan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kita adalah bangsa yang paling plural. Kita juga menjadi contoh dan teladan dalam meramu perbedaan itu menjadi satu kesatuan dalam Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Menag menilai semangat tersebut perlu terus dirawat melalui kehidupan keagamaan yang damai dan saling menghormati. Dalam konteks itu, Kurikulum Cinta menjadi salah satu ikhtiar untuk membangun cara pandang keagamaan yang menempatkan cinta, persaudaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan sebagai nilai bersama.
Penekanan tersebut disampaikan dalam forum Mahasabha XIII PHDI, yang menjadi ruang bagi PHDI untuk menegaskan komitmennya terhadap kehidupan kebangsaan yang harmonis dan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.
Komitmen PHDI Menjaga Persatuan
Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, PHDI berkomitmen ikut menjaga kehidupan kebangsaan agar tetap harmonis. PHDI juga menyatakan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.
“Kita ingin bersama-sama menjaga kehidupan kebangsaan agar tetap harmonis dan mampu mengimplementasikan Asta Cita Bapak Presiden. Salah satunya adalah memperkuat Pancasila, demokrasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta persatuan bangsa,” ujar Wisnu.
Ia menegaskan, Pancasila harus tetap menjadi pijakan bersama dalam kehidupan berbangsa. Perbedaan, kata dia, tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan.
“Pancasila harus tetap menjadi pijakan kita. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Bersatu kita kuat, bercerai kita lemah,” katanya.
Wisnu juga menyatakan dukungan PHDI terhadap penguatan Kurikulum Cinta yang dikembangkan Kementerian Agama. Menurutnya, nilai cinta dibutuhkan untuk mencegah konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.
“Ke depan, siapa pun yang mendapatkan amanah kepemimpinan, mari kita dukung bersama. Kita bantu pemerintah, termasuk dalam menyosialisasikan Kurikulum Cinta. Karena tanpa cinta, kita akan mudah bertengkar dan terpecah,” katanya.
Literasi Agama Dinilai Penting
Selain mendukung Kurikulum Cinta, Wisnu mengajak umat meningkatkan literasi agama. Ia mengatakan, pemahaman yang baik terhadap ajaran agama diperlukan untuk menciptakan kehidupan beragama yang damai, sejuk, dan harmonis.
“Karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan literasi agama. Kita pelajari dan pahami ajaran agama kita dengan baik agar kehidupan beragama ke depan menjadi semakin damai, sejuk, dan harmonis,” ujarnya.
Wisnu menambahkan, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. Apa pun latar belakang, posisi, maupun kompetensi seseorang, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk merawat persatuan.
“Kita harus terus membangun umat yang beragam. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan kita. Untuk menjadi kuat, kita harus belajar dan terus menjaga persatuan. Ini yang paling penting,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















