Headline.co.id ~ Direktorat Pendidikan Agama Islam kembali menggelar Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an bagi 2.190 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum. Pelatihan angkatan kedua ini diikuti 870 guru asal Jawa Barat dan 1.320 guru asal Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung secara daring pada 5–31 Oktober 2026 dan dibuka Direktur PAI melalui platform Zoom. Program tersebut dilaksanakan bertahap untuk mendukung target pelatihan 6.666 guru PAI hingga akhir 2026.
M. Munir menyampaikan, pelatihan angkatan kedua ditujukan bagi guru PAI di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Menurut dia, pelaksanaan secara bertahap dan berkesinambungan dipilih agar seluruh target peserta dapat mengikuti program peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an.
“Angkatan 2 ini kita targetkan untuk guru PAI di Jawa Tengah dan Jawa Barat, dengan total peserta 2190 guru. Pelatihan dan Pendidikan Tartil Al-Qur’an ini kita lakukan bertahap dan berkesinambungan agar target melatuh 6.666 guru bisa selesai di tahun ini,” jelas M. Munir, Senin (5/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an Digelar Hampir Sebulan
Peningkatan Kompetensi Tartil Al-Qur’an angkatan kedua dilaksanakan selama hampir satu bulan. Sebelum angkatan ini dimulai, Direktorat Pendidikan Agama Islam telah menyelesaikan tahap pertama pada 3 Oktober 2026 dengan jumlah peserta yang juga lebih dari 2.000 guru PAI.
Rangkaian angkatan kedua berlangsung mulai 5 Oktober hingga 31 Oktober 2026. Setelah proses pembelajaran daring selesai, ujian kompetensi dijadwalkan digelar secara luring pada 31 Oktober 2026.
Ujian tersebut akan berlangsung di dua titik lokasi, yakni Cirebon dan Semarang. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya mencakup pembelajaran melalui platform digital, tetapi juga evaluasi secara langsung.
M. Munir menjelaskan, mekanisme pendidikan dan latihan tartil Al-Qur’an terdiri atas tiga tahapan. Tahapan tersebut meliputi belajar mandiri melalui Learning Management System (LMS) dengan aplikasi CintaQu, belajar terbimbing menggunakan Zoom, serta evaluasi secara luring.
Belajar Mandiri, Pertemuan Daring, dan Ujian Luring
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti pembelajaran mandiri melalui LMS. Materi kemudian diperkuat melalui pertemuan terbimbing yang dilakukan secara daring menggunakan Zoom.
Selama hampir satu bulan, peserta dijadwalkan mengikuti lima kali pertemuan. Satu pertemuan digunakan untuk pemberian materi, sedangkan empat pertemuan lainnya dimanfaatkan untuk review. Seluruh pertemuan pembelajaran tersebut dilaksanakan secara daring sebelum peserta mengikuti ujian secara luring.
“Dalam hampir sebulan pertemuan, mereka akan melakukan belajar mandiri dan pertemuan 5 kali. Dengan rincian, 1 kali pertemuan berisi pemberian materi dan 4 pertemuan untuk review, dilaksanakan secara daring, dan diakhiri 1 pertemuan ujian yang dilaksanakan secara luring,” lanjut M. Munir.
Untuk mengelola pelatihan, Direktorat Pendidikan Agama Islam bekerja sama dengan Universitas PTIQ Jakarta. Sebanyak 55 pelatih dari Universitas PTIQ terlibat dalam penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Tartil Al-Qur’an tersebut.
“Kami bekerja sama dengan Universitas PTIQ Jakarta. Pendidikan dan Pelatihan Tartil Al-Qur’an ini dikelola 55 pelatih dari Univesitas PTIQ,” sebutnya.
Evaluasi Angkatan Pertama
M. Munir mengatakan, pola pembelajaran tersebut menjadi mekanisme yang paling memungkinkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para guru PAI. Evaluasi terhadap Pendidikan dan Pelatihan Tartil angkatan pertama telah dilakukan setelah program tersebut selesai.
Menurut dia, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta. Namun, hasil keseluruhan akan diumumkan secara serentak setelah angkatan ketiga selesai.
M. Munir menegaskan, “Pendidikan dan Pelatihan Tartil angkatan 1 sudah selesai. Kita lakukan evaluasi dan alhamdulillah, peningkatannya cukup signisikan. Nanti akan kita umumkan secara serentak bila angkatan 3 sudah selesai,” tandas M. Munir.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















